Pernyataan Sikap
Aliansi Mahasiswa Papua AMP 14 Komite Kota Dan 1
Sektor
“MENGUTUK TINDAKAN IMPERIALISME AMERIKA
SERIKAT, SOLIDARITAS KITA TERHADAP RAKYAT KUBA”
***
Salam Pembebasan Nasional Papua Barat!
Intervensi
Imperialis Amerika Serikat terhadap negara Venezuela awal tahun berujung pada penculikan
terhadap Presiden Venezuela dan istrinya dengan alasan menuduh terlibat
dalam perdagangan narkotika lintas internasional yang didalangi oleh Presiden
Donald Trump terhadap Venezuela pada 03 Januari 2026 lalu. Serangan terhadap
Venezuela dan Kuba merupakan bagian strategis Trump untuk
menegaskan kembali dominasi As di Amerika Latin dan memperketat
cengkraman imperialisme dengan kepentingan
ekonomi politik. Misi selanjutnya Trum dan Imperialis AS serta negara sekutunya melakukan embargo ekonomi
dan blokade antara beberapa negara-negara di Amerika Latin seperti Kuba yang
mulai sejak akhir Januari tahun ini. Selama 60 tahun lebih akumulasi sanksi terhadap Kuba
dalam tekanan Imperialisme AS secara militer, blokade antara negara dan embargo
(kenaikan pajak) hingga memutuskan akses pasokan minyak dari beberapa negara
seperti Venezuela dan Meksiko hingga ke Kuba. Negara
Amerika Serikat sudah lama memberlakukan embargo perdagangan terhadap Kuba pada
tahun 1962 setahun setelah invasi Teluk Babi yang didukung oleh CIA Central
Intelligence Agency pada tahun 1996 yang menjadikan undang-undang untuk
menghukum perusahan asing yang berbisnis dengan Kuba hingga saat ini, dilanjutkan oleh Trump sambil
mempertahankan tuduhan dan ancaman AS dibawah perintah Trum terhadap Venezuela,
Meksiko, Kuba serta Amerika Latin pada umumnya. Terkhusus hubungan Venezuela
dan Kuba kedua negara sejak beberapa dekade telah membuat perjanjian pada saat pemerintahan
Hugo Chaves dengan menjadikan mitra jangka panjang antar-negara sejak itu. Venesuela
telah menjadi pemasok minyak utama dengan mengirim sekitar 30.000 – 100.000 barel
per-hari memenuhi kebutuhan negara.
Hubungan mitra kedua negara tersebut telah terhenti sejak Januari dan pada akhir bulan maret tahun ini Kuba mengalami krisis atau kehabisan energi secara menyeluruh. Imbasnya adalah rakyat Kuba mengalami situasi yang mencekaman krisis energi, telah terjadi pemadaman listrik hingga 20 jam sehari di beberapa wilayah. Sejumlah wilayah sampah-sampah orgnik dan non-organik berhamburan karena mobil truk dan bus (sampah) mengalami kehabisan minyak dan mengakibtkan krisis kesehatan masyarakat, krisis sektor pangan, suplai hasil pertanian, pompa air utama dan memengaruhi kondisi infrastruktur seperti bandara internasional serta rumah sakit umum. Krisis energi di kuba hari ini, tidak terjadi begitu saja, tetapi secara terang-terang ada intervensi Imperialisme AS misalnya embargo atau sejak januari akhir Trum mengeluarkan perintah untuk megenakan tarif pajak dan blokade bagi setiap barang-barang yang mesuk ke Kuba.
***
Kita
melihat bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan sebuah tindakan-tindakan yang
sangat tidak beradab, dalam kondisi ini rakyat Kuba sedang mengalami
ketidakadilan yang bertubi-tubi semenjak embargo digaungkan oleh Amerika
Serikat, situasi yang serupa dengan kondisi dimana Amerika Serikat (Donald Trump)
memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan memenjarakan Nicolas Moduro di
Venezuela pada bulan Junuari tahun 2026. Ini tindakan yang melegitimasi
penindasan dari negara atas negara hanya kepentingan perebuatan kekayaan sumber
daya alam di Venezula yakni minyak bumi kemudian berakhir memenjarakan
pemimpinnya. Lantas mengapa bisa terjadi dan terus menerus dilanggengkan oleh
Amerika Serikat.
Mari Kita buktikan dengan analisa dan pandangan kelas dalam kontesks masyarakat berkelas atas kepentingannya masing-masing ketika corak produksi yang lama telah tumbang dan tidak dibutuhkan lagi oleh tatatanan masyarakat hari ini di dunia. Yang pertama, kita sebut saja Amerika Serikat (Donald Trump) adalah salah satu yang mengambil posisinya dan menguasai dunia demi kepentingan “Ekonomi Politik” untuk akumulasi dan eksploitasi terhadap wilayah-wilayah yang ada sumber daya alam yang melimpah seperti Donald Trump melakukan terhadap Kuba dengan sangat tidak manusiawi, menggulingkan pemerintahan Kuba oleh Amerika Serikat sebagai sebuah targetan, yang terus-menerus diperjuangkan sejak dulu.
Dengan tundingan-tudingan yang dilakukan oleh negara-negara imperealis AS bahwa Kuba adalah negara yang anti-demokrasi, negara yang membungkam kebebasan berpendapat dan berserikat, negara yang korup, negara birokratik dan represif terhadap masyarkat Kuba dan lain sebagainya, ini adalah upaya-upaya bagaimana Embargo dari Amerika Serikat terus dilancarkan di Kuba untuk menghancurkan tatanan hidup masyarakat Kuba yang sudah aman dan tentram. Yang kedua, atas kepentingan Amerika Serikat terus menerus menyerang Kuba tanpa alasan yang tidak berbobot, serangan pertama yang dilakukan adalah pembatasan terhadap pasokan medis, padam lampu, makanan dan larangan impor apapun ke Kuba.
Pasca diberlakukan oleh Donald Tramp, kondisi Kuba semakin para dan membuat Kuba kewalahan atas memenuhi kebutuhan materil (sandang, pangan dan papan) untuk kelangsungan kehidupan bagi manusia. Sejak bulan Januari 1959 setelah Kuba melakukan revolusi Sosialis menentang imperialisme dan menyatakan anti dan kutuk terhadap Kapitalisme Global (Imperialisme) dalam tulisan Ernesto Che Guevara “Sosialisme dan Manusia Kuba” (1965), Che menegaskan bahwa membangun tatanan masyarakat baru setelah menghancurkan tatanan masyarakat yang lama kemudian mencetak manusia-manusia yang mengutamakan kepentingan bersama/umum, pada setiap individu sumbangkan kapasitasnya untuk kepentingan kolektif dan menghapuskan watak individu yang subjektif. Gagasan-gagasan ini menentang Imperialisme Amerika Serikat pada saat itu.
***
Untuk melihat hal ini, dalam tesis Lenin “Negara dan Revolusi (1917)” menegaskan bahwa negara yang ditopang oleh Kapitalisme dan kelas borjuasi adalah mencitakan kekerasan rakyat dalam satu negara dan juga negara lainnya, yang ingin mendominasi atas kepentngan Ekonomi dan Politik (pengambilan sumber daya alam di wilayah-wilayah yang telah dicaplok atau dianeksasi oleh Kapitalisme Global/Imperialisme). Sehingga negara Kapitalisme adalah bukan alat netral yang mendamaikan kelas, akan tetapi ia menciptakan kontradiksi kelas dan antagonisme kelas dalam posisi negara kapitalisme yang corak produksinya masyarakatnya dan negaranya berwatak berkelas hingga menciptakan kelas-kelas dan berwatak individu Mengedepankan Pada Kepentingan Individualisme, Ketimbang Kolektifisme.
Untuk melihat hal ini, dalam tesis Lenin “Negara dan Revolusi (1917)” menegaskan bahwa negara yang ditopang oleh Kapitalisme dan kelas borjuasi adalah mencitakan kekerasan rakyat dalam satu negara dan juga negara lainnya, yang ingin mendominasi atas kepentngan Ekonomi dan Politik (pengambilan sumber daya alam di wilayah-wilayah yang telah dicaplok atau dianeksasi oleh Kapitalisme Global/Imperialisme). Sehingga negara Kapitalisme adalah bukan alat netral yang mendamaikan kelas, akan tetapi ia menciptakan kontradiksi kelas dan antagonisme kelas dalam posisi negara kapitalisme yang corak produksinya masyarakatnya dan negaranya berwatak berkelas hingga menciptakan kelas-kelas dan berwatak individu Mengedepankan Pada Kepentingan Individualisme, Ketimbang Kolektifisme.
Pada saat ini pemerintahan AS dibawa Donald Trump kembali menambahkan deretan berbagai label seperti Kuba sebagai salah satu negara yang pendukung teroris disampaikan pada 12 Januari 2021 dls. Padahal jika kita melihat Amerika Serikat AS sendiri yang metelanjangi dirinya di depan masyarakat dunia, tanpa merasa malu melakukan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi, melanggar hukum internasional tentunya tindakan-tindakan teror yang sesungguhnya dan ini sangat jelas siasat kejahatan yang dipermainkan oleh negara kapatalisme monopoli/Imperialisme membohongi publik, melegetimasi kejahatan untuk menguasai dunia.
***
Dengan melihat ini, Aliansi Mahasiswa Papua AMP secara sikap organisasi menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat Kuba yang selama puluhan tahun menghadapi embargo ekonomi, tekanan politik, dan berbagai bentuk intervensi yang berdampak pada kehidupan masyarakatnya. Kami meyakini bahwa setiap bangsa berhak menentukan jalan politik, ekonomi, dan sosialnya sendiri tanpa intimidasi maupun campur tangan dari kekuatan asing.
Bagi kami, perjuangan rakyat Kuba merupakan bagian dari perjuangan rakyat-rakyat di dunia yang menolak dominasi, kolonialisme, imperialisme, dan segala bentuk penindasan terhadap hak-hak setiap bangsa. Solidaritas Kuba atapun internasional bukan sekadar ungkapan simpati, melainkan komitmen moral dan sikap poltik untuk berdiri bersama rakyat yang memperjuangkan kedaulatan, martabat, keadilan sosial dan perdamaian untuk menghapus tindakan eksploitasi di dunia.
Oleh karena itu, kami menyatakan dan menyeruhkan sikap sebagai berikut:
1. Kami menyampaikan solidaritas kepada rakyat Kuba dalam menghadapi berbagai tantangan yang dialami dan mengutuk embargo oleh Imprealis AS.
Demikian penyataan kami buat atas nama kemanusian, keadilan dan perdamaian dunia untuk mengutuk segalah eksploitasi oleh negara-negara imperealisme di dunia.
Solidaritas Tanpa Batas, Perjuangan Sampai Menang.
Papua Merdeka!
#HancurkanKapitalisme #HapuskanKolonialisme #LawanMiliterisme
Tanah Kolonial, 7 Agustus 2026
Komite Pusat AMP
***
