Halloween party ideas 2015

Photo oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali
"AMP KK Bali:  47 Tahun Hari Proklamasi Bangsa West Papua, Terusan Sejarah Kemerdekaan 1 Desember 1961"

Denpasar Bali - Pada hari Minggu, 01 July 2018 Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali, Melakukan diskusi bersama mengenai " Momentum Proklamasi Kemerdekaan 47 Tahun West Papua Sebagai Hak Dasar Bangsa Papua Barat dari 1 July 1971-2018".  Tepat pada pukul 13:00 WITA hingga Selesai. dengan massa diskusi sebanyak 40-an massa yang menghadiri diskusi bersama di Asrama Koteka. dan yang dipimpin selama perjalanan  diskusi oleh Sances Tabuni.

Kronologis Diskusi:

Diskusi yang di Pimpin oleh Sances Tabuni, terutama ada-nya presentasi materi dan menonton cuplikan Video mengenai mulai dari sejarah perjuangan rakyat Papua yang mana sebuah bangsa Papua berdiri dari 12 Organisasi kemerdekaan Papua, dan bangsa asing atas tanah Papua Barat serta Indonesia atas Papua Barat. Ikut serta dengan Perjanjian-perjanjian  ilegal yang hanya sepihak saja, tanpa keterlibatan rakyat Papua Barat. Dan di mana sekarang Indonesia Memberikan gula-gula  manis (Otonomisasi) atas rakyat Papua Baratuntuk memadamkan isu perjuangan West Papua. Konteks, inilah yang di persoalkan ketika diskusi berjalan.

Sebelum diskusi berjalan dan usai presentasi,  Kawan Sance Tabuni menambahkan juga bahwa "hari proklamsi bangsa Papua Barat sangat penting untuk kita tetap memperingati dan itu bagian untuk terus kita perjuangkan secara bersama memepertahankan kedaulatan kebangsaan Papua Barat". dan Kemudian, mengarahkan kepada massa yang hadir bahwa bagi siapa yang ingin menambahkan silahkan menambahkan, menanyakan, memprotes hasi persentasi saat ini? di pernyakan secara umum.  adapun yang tambahkan Pertama oleh Kawan Gilo mengatakan bahwa "Papua itu telah merdeka sejak 1 Desember 1961 secara de fakto dan de Jure, bahwa merupakan sejarah catatan perjuangan bagi rakyat Papua Barat dan setiap  0 1 July merupakan  hari sejarah proklamsi bangsa Papua Barat terusan dari 1 Desember 1969. Dan itu, sama seperti bangsa kolonial Indonesia kemerdekaan sejak 17 Agustus sebagai hari proklamasinya. Dan perlu kita antisipasi juga,  Ideologi kolonial Indonesia semakin kuat di Tanah Papua Barat hingga kita rakyat Papua sendiri melupakan hari Proklamasi kita sendiri, karena hegemoni Indonesia lebih dari itu. Yang penting kita gagas adalah persoalan kebangsaan yang telah proklamsi sejak 01 July 1971 agar sejarah perjuangan bangsa Papua Barat tetap terus mempertahankan dari genersai ke generasi penerus hingga merebut kemerdekaan total. Dan Tabahan juga, Bahwa Negara Belanda telah masukan Papua Barat bagian dari kerajaan nya sejak 1910, kemudian Negara Belanda bersama Para pejuang kemerdekaan Papua Barat telah membentuk negara, maka status kenegaraan Papua Barat,  negara  Belanda  harus mengakui di PBB, Indonesia, Rakyat Papua Barat, dan Di dunia bahwa Papua barat  adalah bangsa yang telah merdeka sejak 1 Desember 1961 secara konstitusional.  Jika memang belanda tidak mengakui seperti itu, kita sebagai rakyat Papua Barat tetap memperjuangkan kemerdekaan itu di tanggan kita secara total. Dan untuk hari momentum proklamasi 01 July 1971 merupakan hari yang sangat kewaspadaan ketika proklamasinya, karena Intervensi militer di seluruh tanah West Papua melalui operasi-opersai militer yang sangat kuat pada zaman era suharto sebelum Pepera 1969  dan hingga tahun 1970 sampai hari Proklamasi bangsa Papua Barat 1 July tersebut".

Kedua oleh, salah satu Anggota AMP; mengatakan juga bahwa kita punya sejarah kemerdekaan bangsa Papua Barat sejak 1 Desember 1961 telah merdeka bahkan hari proklamsi 01 july 2018 kita masih memperingati-nya, Tetapi mengapa Otonomisasi di Papua itu terbentuk sampai saat? ini memang pertanyaan sangat dalam untuk seluruh rakyat Papua Barat menjawab dan menanggapi secara serius. Di sini, mengenai pertanyaan tersebut ada beberapa kawa-kawan menjawabnya kemudian perlu di tambahkan oleh para pembaca yang setia, tanggapan pertama oleh Yesaya Gobai bahwa "otonomi khusus tidak terlepas dari sejarah pergerakan perjuangan rakyat bangsa Papua Barat. yang mana otonomi khusus merupakan gula-gula manis yang di berikan kepada rakyat Papua untuk tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan sejati-nya untuk bangsa Papua Barat. Akibat dari otonomi khusu adalah Pemekaran provinsi, kabupaten, kecamatan, desa semakin meningkat serta berbagi produk yang di tawarkan kepada rakyat Papua bahkan khusus untuk mahasiswa yang akan bisa-nya melupakan jati dirinya sebagai rakyat Papua Barat sendiri." kedua oleh Abet Gobai " otonomi khusus di samakan  dengan negara federal yang mana suatu daerah yang mendapatkan otonomi khusus di atur oleh daerahnya sendiri, tidak di atur ataupun di kontrol oleh negara. dan otonomi khusus yang hadir di tanah Papua Barat karena sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat yang sejak 1 Desember 1961, dan juga menyangkut dengan otonomi di tanah Papua Barat tidak sangat demokratis bahkan berbeda jauh dengan daerah lain yang mendapatkan otonomi khusus seperti di Aceh. Melainkan, jika di tanah Papua Barat sungguh sangat mendapatkan penindasan kekerasan dan kontrol khusus oleh negara Indonesia bahkan atauran yang dimainkan dalam otonomi khusus secara terstruktur tidak sesuai dengan kemauan rakyat Papua Barat. untuk menyikapi itu, kita membutuhkan persatuannya kita menuju pada pemebasan dan merebut kemerdekaan sejati".

Ketiga oleh Ardhy Murib Bahwa Apakah presentasi yang menyangkut dengan 12 Partai organisasi Papua merdeka yang di tunjukan itu, memang sebelum kemerdekaan  bangsa Papua Barat 1 Desember 1961 telah ada atau kah setelah bangsa Papua Barat merdeka? Menurut Natalis Bukega, bahwa "12 Partai  untuk kemerdekaan Papua Barat sudah ada sebelum bangsa Papua Barat Merdeka, Karena sebuah bangsa ingin merdeka harus mempunyai wadah atau organisasi maupun partai yang mendorogn untuk kemerdekaan sejatinya, maka ke 12 Partai itu untuk persaoalaan kebangsaan Indonesia. dan Perlu di telusuri juga mengenai 12 partai itu sendiri dan kita perlu menanggapai secara bersama menuju persatuannya kita yakni persatuan nasional”  dan di tambahkan lagi oleh Yesaya Gobai bahwa "Kemerdekaan dalam Rakyat Papua itu telah di rebut sejak 1944 hingga kemerdekaan bangsa Papua Barat sejak 1 desember 1961 terwujud melalui wadah-wadah perjuangan sejati dan terjadinya embrio perjuangan untuk rakyat West Papua tetapi konsisten mempertahankan perjuangan sejatinya. bahkan merebut kembali seusai hak demokratis Rakyat Papua Barat" .

Ke empat oleh, Joice Uropdana bahwa "sesuai sejarah bangsa Papua Barat, Indonesia dan Benlanda, amerika, dan PBB telah melakukan ingkar janji tentang perjanjian-perjanjian yang di buat secara sepihak tanpa tanggung jawab penuh, mulai dari perjanjian New York agreement,  Roma Agreement, dan perjanjian-perjanjian lain-nya hingga pada tahapan  perjanjian Otonomi khusus yang tidak demokratis bahkan akan adanya otonomi khusus plus-plus (tambahan) yang akan hadir. merupakan bagian yang perlu kita mengagas dan analisis ke dalam tahapan secara hak demokratis perjuangan bagi bangsa Papua Barat. Melalui otonomi khusus pun, akan menghancurkan pergerakan perjuangan kita bila kita tidak konsisten untuk selalu memperjuangkan hak bangsa Papua Barat dan mempertahankan hari-hari bersejarah bagi rakyat Papua sendiri seperti hari ini 01 July 2018 meruapakan hari proklamasi kemerdekaan bangsa Papua Barat". Ke Lima Oleh Jeeno Dogomo bahwa " bangsa Papua Barat telah Merdeka dan di deklararis sejak 1 Desember 1961 dan selama tahun, 1961-1971 merupakan bagian dari Intervensi militer yang sangat kuat, sehingga kemerdekaan bangsa Papua meredam atau tidak ada isu yang mengukit secara demokratis bahwa bangsa Papua Barat Merdeka, dan untuk meningkatkan isu tersebut, rakyat bangsa Papua Barat melakukan deklarasi yang ke dua pada 01 july 1971, agar memperjelas perjuangan bangsa Papua Barat menuju pada kemerdekaan sejati-nya yang telah di rebut sejak 1 Desember 1961 tersebut. Maka, momentum hari ini merupakan memperingati dan mempertahankan, memperjelas, mempertegas  semagat juang dari para leluhur dan kita yang meneruskan persoalan kebangsaan dalam tangan kita secara demokratis merebut kebangsaan. Dengan persoalan tersebut kenapaPapua itu telah di deklarasikan pertama 1961 dan di lanjutkan dengan deklarasi kedua 1971? itu telah di tegaskan di atas merupakan bagian dari catatan sejarah kita bersama. Perjalanan sejarah bangsa Papua Barat telah di klaim oleh Indonesia, Belanda, Amerika dan PBB untuk kepentingan ekonomi politik".

Ke enam oleh Marten Yoani bahwa "melihat dari sejarah pergerakan perjuangan rakyat Papua Barat yang telah merdeka sejak 1 Desember 1961 dan hal yang perlu kita perjuangkan dan mempertahankan ataupun mengemabalikan kemerdekaan itu adalah jangan ada sampai kekuasaan Indonesia atas Papua Barat menguasai kita dan mengideologisasikan rakyat Papua dengan Idoelogi Indonesia, ini merupakan catatan penting bagi kita untuk terus mengamati-nya.Persoalan kebangsaan itu pun di ukur untuk melihat pada pada proses perjuangan dan perlu kita menegtahui apa saja wadah, organisasi yang masih perjuangkan sendiri-sendiri perlu kita merebut bersama dan memperjuangakan bersama serta merayakan hari-hari momentum bangsa Papua Barat seperti hari ini, 01 july 2018 yang sudah ke 20 Tahun dari 01 july 1971 bagian dari catatan sejarah Rakyat West Papua". Ke Tujuh oleh Danus Asso bahwa "persoalan rakyat Papua Barat adalah belum ada yang sadar atas sejarah-nya sendiri, dalam tatanan bahwa melihat di mana titik-titk kejadian peristiwa, seperti di Baliem ketika selama Pepera yang di kuasai oleh militer Indonesia dan melakukan berbagai operasi di tengah masyarakat untuk membungkam hak rakyat dan perlu kita tinjauh kembali lagi mengenai hari proklamsi yang ke-20 tahun bahwa bagian dari dasar hari momentum  proklamasi".

 Ke delapan oleh Brigida Tebai bahwa Kenapa Pepera tidak di lakukan secara hukum Internasional "one man one vote" apakah itu Indonesia telah melanggar hukum Internasional? kesempatan yang di berikan untuk menjawab bersama dan itu pun juga harus perhatian untuk kita dan perlu di pertanyakan kembali kenapa Indonesia mengambil cara mereka sendiri yaitu "musyawarah" hanyamemilih rakyat Papua tertentu? dan dengan itu, perntanya yang di jawab oleh Natalis Bukega Bahwa 'ketetapan musyawarah Indonesia telah di tetapkan secara Roma Agreement yang berbunyi pada point ke tiga bahwa 'pelaksana Pepera 1969 akan di jalankan berdasarkan cara indonesia musyawarah', itulah kekuatan Indonesia untuk memanupulasi sejarah bangsa bangsa Papua Barat  bahkan kita juga mengetahui bahwa berbagai perjanjian yang di lakukan oleh Indonesia, belanda dan amerika dan PBB sangat  Ilegal di mata kita sebagai rakyat bangsa Papua Barat karena semua itu tanpa keterlibatan rakyat Papua. dan memang bahwa Internasional juga tidak mengambil proses untuk tahapan apa kebutuhan rakyat Papua untuk memilih secara hak mereka secara hukum standar Inernasional dan sebenarnya rakyat tidak membutuhkan cara nasional yang mengorbankan rakyat dari kolonialisme nasional indonesia itu sendiri. dan ingat juga, adalah meluruskan sejarah bangsa Papua Barat membutuhkan konsep perjuangan yang sejati dan memempertahankan perjuangan secara universal bahwa bangsa Papua Barat telah merdeka atas dasar perjuangan rakyat Papua Barat itu sendiri.  Kedua oleh Ika bahwa "memang perjanjian-perjanjian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan meraka antara pihak-pihak tertentu untuk mengkalaim sejarah bangsa Papua Barat  yang telah merdeka, dan di lihat juga bahwa ada sebuah kepentingan agenda khusus di Papua yaitu kepentingan eksploitasi dan pemusnahan etnis, sehingga jalur Pepera itu Indonesia mengambil dengan cara Indonesia sendiri tanpa kontrol penuh oleh PBB dan Bahkan PBB telah melakukan kecurangan besar terhadap hak demokratis bangsa Papua Barat". Ke tiga oleh Gilo bahwa "bangsa luar datang ke Papua untuk kepentingan ekonomi dan politik sehingga dari Pepera itu saja di buat secara tidak konstitusional bahkan, mereka sampai saat ini masih mengklaim sejarahnya kita, untuk dengan itu. hal perlu kita perjuangkan dalah bersatu bersama dan melawan berbagai tindakan yang di bungkam atas sejarah rakyat Papua Barat".

Bagian dari pertanyaan dang tangapan di atas merupakan bagian dari pelurusan sejarah bangsa Papua Barat dan untuk tetap melihat bersama sejarah dan pergerakan perjuangan sejatinya perjuangan Rakyat Papua Barat dan tidak terlepas dari mengembalikan bangsa Papua itu sendiri.

Setelah hasil diskusi, di lanjutkan dengan DOA HADIR yang di pimpin oleh Jeeno Dogomo dan dibacakan Teks Proklamasi oleh IKa sambil mendengar kan Instrumen lagu "HAI TANAH KU PAPUA" dan kemdian di tutup dengan doa dan di lanjtkan lagu "HAI TANAH KU PAPUA" akhir dari itu salam kebersamaan "PAPUA MERDEKA 3 Kali. Kemudian di lanjutkan dengan membacakan pernyataan sikap yang di bacakan oleh Jeeno Dogomo serta photo bersama dan selesai kegiatan tepat pada pukul 16:15 WITA dan massa diskusi melakukan aktivitas masing-masing.

Perjuangan bangsa Papua Barat akan terwujud bila kita tetap satu dan tetap memperjuangkan butir-butir nilai perjuangan yang sejati akan kemerdekaan sejati, untuk rakya bangsa Papua barat terlepas dari kaum kapitalis dan kedok Imprelasi dan dari tanggan para aparatus negara kolonial.

Salam Pembebasan Nasional Papua Barat

Penulis adalah Agitasi dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali 



Photo Gambar ilustrasi oleh Aliansi Mahasiswa Papua
"Penerobosan dan Pendobrakan Pada minggu, 01 July 2018, Aparatus Gabungan Saat Diskusi Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya "
Pada hari, minggu, 01 Juli 2018, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya menlakukan diskusi bersama di Asrama Papua surabaya, dengan TOPIK Nasional Sejawa-Bali yaitu “Momentum Proklamasi Kemerdekaan 47 Tahun West Papua sebagai Hak Dasar Bangsa Papua Barat dari 1 Juli 1971-2018”.

Kronologis  diskusi:

Sekitar pukul 15.20 Wib, beberapa orang aparat gabungan Intelkam Polrestabes  dan TNI Surabaya, yang mengenakan pakaian sipil, sudah mulai terlihat berada di sekitar luar halaman asrama Papua.
Pada pukul 17.15 Wib, kurang lebih berjumlah 15 orang tanpa permisi menerobos masuk pintu gerbang utama asrama Papua.

Pada pukul 17.17 Aparat gabungan tersebut mendobrak masuk pintu aula asrama, yang mana kegiatan diskusi baru akan di mulai.

Secara  membabibuta, pihak aparatus menerobos masuk ruang aula tempat berlangsungnya diskusi, dan kemudian salah satu anggota Intelkam tersebut  mengeluarkan kalimat “periksa-periskas” kepada kawan-kawan-nya. Dan salah satu dari anggota Intelkam polrestabes surabaya, mengambil Copyan materi diskusi dan melihat judul dari materi yang telah disiapkan oleh Pemantik (Step Pigai).

Setelah membaca isi topik diskusi kami, salah satu dari anggota Intelkam tersebut mulai menegaskan dengan kata bahwa “kami melarang Diskusi maupun Aksi yang bersifat menentang negara, dan diskusi ini sudah menentang negara, maka secara tegas kami membubarkan diskusi ini dan tidak usah ada lagi untuk melanjutkan, karena kalian berada didalam negara kesatuan NKRI” tutur anggota intel tersebut.

Spontan adu mulut pun terjadi antara oknum intel tersebut dengan salah satu mahasiswa Papua peserta diskusi hingga situasinya mulai memanas. Yang mana turut terpancing emosi peserta diskusi lainnya sebab intel tersebut mengeluarkan kata-kata kasar berupa cacian dan makian.

Peserta diskusi yang hadir dalam kegiatan juga mendapatkan tekanan oleh gabungan aparat Intelkam Surabaya, untuk tidak melanjutkan diskusi. Ketika ditanyai apa alasan pelarangan tesebut oleh salah satu perseta diskusi, oknum tersebut menjawab bahwa; “Topik diskusi berbau politik perjuangan Papua merdeka”. Tidak hanya itu, oknum dari pihak intelkam juga mengarahkan kami untuk mengantikan topik diskusi yang tidak bersifat menentang negara, katanya. Jika tidak atau masih di ada diskusi-diskusi serupa, maka tidak segan-segan mereka kembali dan membubarkan paksa.
Kurang lebih 15 menit, mereka berada dalam ruangan aula asrama mahasiswa Papua, tempat diskusi berlangsung. Setelah itu, rombongan / kelompok Intelkam polrestabes keluar ke halaman asrama.

Di halaman asrama pun adu mulut masih terjadi, sekitar 8 menit, sebab salah stu anggota AMP atas nama (Step Pigai) Mempertanyakan lagi surat Perintah opersi yang dikeluarkan dari kesatuan kepolisian polrestabes, namun jawaban dari salah satu oknum aparat intelkam tersebut, katanya “Kami (intel) bertindak sudah sesuai prosedur, yaitu : Pertama Penggeledahan, Kedua Penangkapan dan yang ketiga pemeriksaan”, pada hal  tanpa menunjukan surat perintah seperti yang kami minta atau pertanyakan. Sebelum  akhirnya mereka keluar dari halaman asrama Papua,
Pada pukul jam 17.40 Wib akhirnya rombongan atau kelompok aparat Intelkam Surabaya keluar dari halaman asrama Papua.

Kurang Lebih 4 jam, kelompok / rombongan gabungan aparat intelkam Polrestabes surabaya dan TNI, masih memantau dari luar halaman asrama Papua. hingga sekitar 20.40 kondisi luar akhirnya mulai stabil kembali.

Lampiran Photo:


Photo ilustrasi gambar oleh Aliansi Mahasiswa Papua
"Kronologis Represif BIN.Ormas, TNI, dan Polisi dalam Kegiatan Nobar dan Diskusi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Malang"
1 juli 1971 adalah hari bersejarah bagi bangsa Papua Barat, di mana hari itu ialah hari proklamsi bangsa West Papua yang di kumandangkan oleh brigidir Zet rumkorem  bertempat di Victoria yang di hadiri 61 satu orang Rakyat Papua Barat . Dan pada  tanggal dan bulan yang sama Kami Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang  memperingati hari besar kami . Dan tetapi Dengan melihat tindakan agresif dari pihak TNI/Polri dan Ormas reaksioner pada hari minggu,01 juli 2018  sekitar pukul  18.30 Wib, bertempat di kontrakan Ipmapapara  jl.Mt Haryono gang 8C No. 291. Dengan alasan yang dapat di lihat bahwa Kejadian kekerasan oleh Militer dan represif karena di propokasi secara sistematis oleh beberapa Aktor-aktor yang menginginkan situasi tidak kondusif dan membuat situasi  diskusi ilmiah mahasiswa Papua yang sedang berlangsung menjadi ricuh. Adanya beberapa hal represif yang dilakukan secara brutal dengan beberapa tindakan  rasisme , diskriminasi,menutup ruang demokrasi dan pembungkaman yang di lakukan oleh oknum-oknum tersebut maka itu, kronologis kejadian dan  tuntutan AMP Komite Kota Malang di uraikan di bawa ini:

Kronologis Kejadian massa

Hari Jumat, 30 Juni 2018
15:00 : Untuk memeringati 47 Tahun Proklamasi Negara Papua Barat, 01 Juli 1971 hingga 2018 yang ke 47 tahun, Aliansi Mahasiwa Papua Mengeluarkan Seruan Nonto Bareng dan Diskusi FILM Sejarah Papua (PDP) dan Mempertegas Proklamasi West Papua 01 Juli 1971 di Victoria. Kegiatan ini dilaksanakan di Kontrakan Sekret IPMAPAPARA (Jl.MT.Haryono Gang 8C, No.986B Dinoyo Malang), Peserta diskusi, Mahasiswa Papua dan Organisasi Prodemokrasi di Malang, Jadwal diskusi 18:00 – Selesai.

Hari Minggu, 01 Juli 2018 AMP KK Malang memperingati HUT Proklamasi Negara West papua yang  KE- 47 Di sekertariat IPMAPAPARA Malang.

Jam : 16:00 : Penghuni Kontrakan IPMAPAPARA di datangi oleh pihak RT dan Intel berpakaian premen, mereka membawa himbauan (terlampir) yang intinya melarang dilaksanakannya kegiatan Nobar dan Diskusi sesuai seruan yang dipublis di Media Sosial Facabook dan What's up, Penghuni menerima himauan tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada kawan-Kawan AMP, atas nama Musa Pekei dan Ferry Takimai.

Jam 18:00 : Peserta diskusi sudah banyak dan semakin banyak, dan pada 18:30 diskusi AMP dimulai dengan menonton bersam FILM Sejarah Papua sebagai pengatar menuju diskusi, yang dipandu oleh Musa Pekei dan Yustus Yekusamon.

19:30 : Rombongan Ormas reaksioner (bukan warga setempat) hanya Ketua RT saja yang dilibatkan, mereka mencob memasuki pintu pagar kontrakan dan dihadang oleh panitia keamanan (Yohanes dan Felle), terjadi adu mulut, dan proses negosiasi namun ormas dan intel berpakaian preman,TNI dan Polisi mendobrak masuk secara brutal dan meminta untuk semua peserta diskusi segera keluar dan pulang ke kontrakan masing-masing, kami masih tersus melakukan negosiasi.

19:35 : Sementara kami bernegosiasi dengan ormas dan intel berpakaian preman dengan 2 TNI masuk kedalam kontrakan di susul preman serta intel  dan memaksa kawan-kawan untuk keluar dan tinggalkan tempat diskusi, namun massa diskusi  masih bertahan. Sementara negosiasi Kamrad Yohanes dan Felle di pukul dan Yohanes diludahi dimuka, dicaci maki namun.  Bahkan kelaukan itu terjadi, kami  tidak membalas-nya, sementara itu aparat kemanan hanya menonton dan malakukan proses pembiaran.

19:40 : Ormas reaksioner, preman, TNI, dan Polisi, mulai membanting pintu dan jendela kontrakan, secara brutal, dan memaksa membubarkan, serta memulangkan peserta diskusi.

19:50 : Mereka mulai menggiring kami keluar kontrakan, kamar-kamar kami digrebek dan barang kami disita, beberapa barang kami yang disita, Laptop 8 unit, 2 Hp Opo, 2 Hp Samsung, 1 Proyektor, dan Barang-barang lainnya yang masih di kontrakan yang dikunci dan diamankan oleh warga. Beberapa barang didalam kontrakan di rusaki oleh ormas : pintu didobrak, alat-alat masak,makan dan minum pun di tendang dan dihancurkan. Dan kunjungi video ini, yang menjelaskan tentang kejadian yang terjadi tentang diskusi dan nonton film pada 1 July 2018, ini Videonya

20:00 : kawan Yustus dan Yohanes di ijinkan masuk kedalam kontrakan dan melakukan negosiasi ulang dengan Intel, preman, ketua RT dan TNI. Kami disuruh tinggalkan kontrakan, dan pindah secara paksa dengan alasan karena mengadakan diskusi Sejarah Perjuangan Papua. Kami menolak dan akan tetap menetap di Kontrakan ini. Tampak Jelas ormas dan preman yang terlibat bukan warga di kompleks tetapi  didatangkan dari tempat lain. Kami terus di paksa mengikuti permintaan mereka dan meminta agar kami pindah namun kami terus menolak, kami katakan bahwa kami akan tetap menempati tempat ini dan akan tidur disini karena ini kontrakan kami, namun saya dan yustus di seret dan dipukuli keluar dari kontrakan, sembarang didorong mereka serta  memerikasa HP dan Laptop dan akhirnya kami bergabung dengan kawan-kawan yang berada diluar.

21:00 : Kami bergabung dengan kawan-kawan dan melakukan konsolidasi baik namun kami terus didorong keluar dari kompleks gang 8c dan 10 meter sebelum tiba di jalan raya Mt.Haryono. beberapa dari kami kena pukul, dan salah satu anggota kami Kepalanya Pecah berdarah akibat pukulan benda tumpul (besi) oleh Intel, TNI, Polisi dan Ormas, hal ini memancing kemarahan kawan-kawan yang lainnya, akhirnya terjadi saling dorong dan setelah tiba dijalan raya Mt.Haryono Ricuh antara Aparat Kemanan dan Masa AMP

21:15 : Letak Kantor Polisi Sektor Lowokwaru  dari tempat kegiatan Kontrakan IPMAPAPARA berjarak sekitar 100 m dan jarak dari tempat kericuhan adalah 30 meter. Selama kejadian ada beberapa polisi dan TNI  berpakaian dinas namun mereka biarkan, seakan ada proses pembiaraan dan penciptaan konflik horisontal.

21,20 : Akibat dari jebakan yang dimain oleh TNI dan POLISI , beberapa cacian verbal yang lontarkan sangat rasis dan ruang demokrasi kami dibungkaam, serta mendapat perlakuan sangat intimidatif dan rasis oleh karena itu kami memutuskan untuk melakukan longmarch dari Dinoyo Lowokwaru ke Mapolresta Malang Klojen  sejauh 5 km

22,15: ; Kami tiba di Mpolresta Malang, kami melanjutkan aksi spontan kami didepan Mapolresta dan menuntuk agar pihak kepolisian, berhenti melakukan aksi-aksi intervensi dan intimidasi di kontrakan mahasiswa Papua dan menuntut dikembalika-nya barang-barang kami yang disitas, serta segerah lakukan pemulihan nama mahasiswa Papua di daerah Lowokwaru dan kami juga menuntut tidak boleh ada berita2 yang dipublis untuk mendiskreditkan mahasiswa Papua di Malang, jika ada berita bias dan tidak berimbang yang dimuat oleh media maka kami akam meminta pertanggung jawaban narasumber dan pembuat berita dan juga perusahaan media tersebut.

22:30 kami meminta agar kami dapat menemui  Kepala Polresta Kota Malang, untuk kemudian bisa ada hearing antara DPRD Malang, Kapolresta Malang, untuk tidak boleh lagi memata-matai dan mengganggu aktivitas Mahasiswa Papua di Malang.

23:15: kami melakukan hearing dan Polresta Malang bersedia memfasilitasi untuk ada ruang demokratis antara mahasiswa, DPRD, Polresta dan Ormas Rekasioner (bukan warga asi kompleks itu) dan tidak boleh lagi ada intervensi ruang-ruang demokrasi mahasiswa Papua di Malang, apalagi sampai masuk ke kamar-kamar  mahasiswa papua seperti yang terjadi malam itu.

00:00 kami meminta kepastian kepada polresta agar besok bisa pasti untuk kegiatan hearing (kami sudah merekam audio pengkuan Kapolresta) bahwa semua barang besok jam 14:00 akan diberikan sekaligus diadakan heraing antara DPRD, Polresta, Mahasiswa Papua dan harus ada keputusan agar kedepan tidak boleh ada lagi intervensi militer ke ranah sosial mahasiswa Papua dan Pembungkaman Ruang demokrasi.

00:30 : Kami kembali ke masing-masing kontrakan dengan catatan Bahwa jam 14:00 kami akan kembali menduduki Kantor POLRESTA Malang dan meminta untuk segerah Copot Kapolsek Lowokwaru; Kembalikan semua barang-barang kami yang disita; buka ruang demokrasi untuk mahasiswa Papua di Kota Malang dan Kami Mahasiswa Papua akan Bersama mengklarifikasi kejadian yang direkayasa oleh BIN kepada warga sekitar yang selama 8 tahun telah bersama hidup rukun.

01:00 kami semua tiba di tempat tinggal dengan selamat

Dengan represif yang sangat kuat dari aparatus negara dengan sengkongkolannya, sehingga Kami dari Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang menyataan sikap secara spontanitas bahwa:

1.Akomodasi kehadiran DPRD ,Pemda,tokoh-tokoh masyarakat di kel.lowokwaru malang . Tujuannya untuk    kenyamanan mahasiswa Papua dan hak mahasiswa Papua untuk berkumpul , berpendapat, membuka ruang demokrasi seluas- luasnya kepada mahasiswa Papua dan tidak melakukan tindakan pembungkaman. 

2. Melakukan silahturahmi dan penyelesaian masalah secara baik  dan mengembalikan nama baik mahasiswa Papua yang sudah tercoreng di mata warga Dinoyo. 

3.Segera tangkap dan adili pelaku pemukulan dan pengusiran secara paksa terhadap mahasiswa Papua. 

4.Segera bertanggung jawab segala perlakuan penyitaan barang,diskriminasi,terror,  rasisme yang di lakukan oleh Ormas reaksioner  dan TNI/Polri. 
Salam Pembebasan Nasional Papua Barat.

Lampiran-Lampiran

A. Data Mahasiswa Yang terlibat dalam Nobar dan Diskus

1. Yustus yekusamon
2. Errio gwijangge
3. Robert nua
4. Fery takimai
5. Maikel takimai
6. Timus gwijangge
7. Yilonggen gwijangge
8. Landi k
9. Yohanis giay
10. Yusni iyowau
11. Musa pekey
12. Rudi wonda
13. Neson elabi
14. Tengki k
15. Memi krb
16. Awi
17. Tanggenus gwijangge
18. Dus gwijangge
19. Sena gwijangge
20. Melky huby
21. Yarson gombo
22. Korry hubby
23. Piter marian
24. Merani
25. Yance mabel
26. Ronald huby
27. Anita wanimbo
28. Ida hubby
29. Robert  mariam alua
30. Agus daby
31. Marius mariam
32. Otis kosay
33. Mira tebay
34. Yuke huby
35. Ima pelle
36. Musa siep
37. Erdi kenelak
38. Benny kilungga
39. Gerry
40. Emilson tabuni
41. Matius sobolim
42. Arminus
43. Teniron gire
44. Yibinggeu suhugum
45. Yanison telenggen
46. Wemi karoba
47. Nikson wonda
48. Teki karoba
49. Freddy gobay
50. Rikard takimai
51. Andi waine
52. Musa pekey
53. Niko
54. Melly daby
55. Rully simbiak
56. Arfeli kafiar

B. Data Korban Kekerasan Oleh Intel,Preman, TNI,Polisi dan Ormas Reaksioner

1. Yohanes Giyai : diludahi dan dipukul menggunakan galon dikepala, ditarik, dan dipukul dimuka beberapa kali.
2. Timenius Gwijangge : Sembari di usir keluar dari kontrakan, kena pukul beberapa kali dan akhirnya kepalanya pecah dan berdarah akibat di pukul dari belakang dengan benda tumpul (besi).
3. Maikel Takimai : dipukul dimata kiri.
4. Yustus Yekusamon : dipukuli beberapa kali dan kaki luka kena batu,bengkak dan keram.
5. Ferry Takimai : sempat diseret dan dipukul 2 kali dengan besi dikepala, kepalanya aman karena dia menggunakan helem.
6. Musa Pekei : Di pukul dikepala 2 kali menggunakan benda tumpul.
7. Felle Ima : Sempat diseret dan dipukul dikepala dan dibadan.

C. Data Barang-Barang yang disita

1. Yustus : Hp. Oppo A37 dan motor supra satu buah dan memdapatkan tindakan kekerasan (pemukulan) dari pihak TNI/polri du bagian kaki kiri (Tulang Kering )
2. Timinus : Mendapatkan tindakan kekerasan (pemukulan di kepala menggunakan batu ) oleh TNI/Polri,Intel dan ormas . merampas hp oppo A37 dan satu buah tas berisi alkitab.
3. Tenion : motor onda satu buah.
4. Lendi K : laptop asus satu buah.
5. Isos : satu buah motor mio biet.
6. Beni : satu buah tas berisi buku,KTM,KTP,ATM,Dompet.
7. Musa : satu buah motor happy
8. Maikel : satu buah motor bladex.
9. Yohanes : 1 Buah laptop dan diludahi dimuka dan kena pukul oleh intel dan ormas reaksioner
10. Yelle : satu buah motor beat merah,cas HP.
11. Maria : satu bauh laptop acer,cas hp aser dan satu buah tas.
12. Barang- barang milik penghuni kontrakan dan mahasiswa papua . seperti (barang-barang elektronik,buku-buku,alat dapur, alat tidur ,  dll ) masih disita di kontrakan dan sebagian dirumahnya RT.
13. Beberapa data barang-barang : ( laptop 8 buah , motor 17 buah,tv 1 buah,speaker 1 pasang, hp 4 buah, dll)masih disita di kontrakan dan sebagian dirumahnya RT.

D. Photo-Photo



Ilustrasi gambar

Dalam hening aku mematung
Bukan mengheningkan cipta
Namun, berdiri dikeramaian otak
Yang saling menyerang
1 JULI 1971
Tercatat dalam lembar sejarah

Sang revolusioner bangsa
Berontak dengan sikap individualisme
Entalah...???
Terabaikan dan dibunuh
Jasa Mereka dikenang
Dalam sanubari anak bangsa
Meski, batin masih terancam

Perjuangan ini bagai 
rantai kehidupan tanpa batas
Rakyat masih berada dalam cengkeraman
Goresan luka dalam kalbu
Menjadi nasib anak negeri

Melawan dan menentang
Berjuang untuk sebuah kebebasan
Alunan lagu syahdu "Hai Tanahku Papua"
Mengiringi kibaran Sang Bintang Fajar
Merdeka
Dan
Akan tetap Merdeka

Salam dirgahayu "WEST PAPUA"


Karya: Yeimo Velly*
(Hollandia, 1 Juli 2017)

Komentar Anda

[disqus][facebook]
Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.
Koran Kejora View My Stats