Halloween party ideas 2015

AMP Foto; Edited by Angin Selatan;list
Yogyakarta, AMP--Sesuai seruan yang di keluarkan oleh Pimpinan AMP Pusat, Jefry Wenda, kemarin, hari ini, Senin, 27 Juli 2015,  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Se-Jawa dan Bali memperingati  HUT AMP ke 17 secara serentak di masing-masing kota, dengan Thema Nasional: “Mempertegas Garis Perjuangan Organisasi Dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa Papua Barat.” Dan Sub-Thema: “Dengan HUT Aliansi Mahasiswa Papua Bersama Kebenaran Sejarah, Memperjuangkan Cita-Cita  Sejati Pembebasan Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat.”

AMP Komite Kota (KK) Yogyakarta bersama Komite kota Semarang-Sala Tiga, telah menggelar Ibadah Syukuran di Kali Baliem dengan aksi “Bakar-Bakar” sebagai persembahan.

Dikabarkan pula kepada AMPNEWS.ORG melalui Telepon Seluler dan Media social (fb), AMP KK Surabaya dan Malang melakukan Ibadah syukuran bersama di Asrama PANA (Paniai Nabire), Malang.

Kemudian, AMP KK Jakarta pun melakukan ibadah yang sama, bertempat di Asrama Tolikara, Condek Jakarta.

AMP KK Bandung juga melakukan Ibadah syukuran bersama di Asrama Timika, Bandung.
Dan KK Solo dan Bogor juga melakukan Ibadah yang sama.
Kemudian KK Nabire-Paniai, KK Numbai, KK Agisiga pun demikian, melakukan kegiatan yang sama.

Wenda mengatakan, “Saya ucapkan selamat merayakan HUT ke-17 Aliansi Mahasiswa Papua disetiap komite-kota, dan Komisariat. Salut kepada seluruh anggota AMP dimanapun Kawan – kawan berada dalam pengabdiannya melakukan kerja membangkitkan, menggerakan dan mengorganisasikan kesadaran massa Rakyat Papua untuk memperjuangkan hak – hak demokratis Rakyat Papua.” Di tulis dalam Suratnya Kepada kawan-kawan.

Lanjut Wenda, “Kawan-kawan tetap konsisten berada di garis terdepan massa dan terus menggelorakan, membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakkan massa untuk melawan tiga musuh rakyat papua.”

Hari HUT AMP yang ke 17 ini telah digelar Ibadah secara serentak di masing- masing Komite kota kemudian diakhir dengan sayonara. (P. Gobai/AMP)

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) didirikan pada tanggal 30 Mei 1998 di Jl. Guntur Kawi, Manggarai, Jakarta Selatan. Organisasi ini lahir ditengah situasi represi Negara di Tanah Papua Barat, khususnya di Biak, yang kita kenal dengan Peristiwa Biak Berdarah. Ditengah situasi politik Indonesia yang mulai goyah akibat tekanan-tekanan politik dari gerakan prodemokrasi Indonesia terhadap regime Soeharto dan mulai menguatnya tuntutan Reformasi Politik bagi sebuah perubahan yang berkeadilan serta terbukanya ruang demokrasi.

Selama berdiri, AMP telah tiga kali menyelenggarakan Kongres Nasional. Kongres I diselenggarakan di Kaliurang – Yogyakarta, November 2005. 
Lima tahun kemudian tepatnya Januari 2010 diselenggarakan Kongres II di Port Numbay – Papua Kemudian Kongres Nasional ketiga di Bogor Jawa Barat pada November 2014 dan menegaskan sikap dan pandangan organisasi sebagai organisasi massa mahasiswa yang terbuka tanpa memandang latar belakang pandangan, suku, agama, dan ras dan mendukung perjuangan untuk merebut hak – hak demokratik Rakyat Papua.


miiterisme, gambar ilustrasi
Pada hari ini, tanggal 16 Januari 2012, jam 09.00 pagi. Asrama Mahasiswa Papua dari: Ikatan Keluarga Besar-Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya (IKB-PMPJ) Koordinator Wilayah Surakarta (Solo Wim Pilamo) didatangi oleh tamu tidak dikenal atau tidak diundang. Pada pagi tadi teman-teman Mahasiswa hendak ke kampus, namun dihadang oleh oknum Tentara sekitar dua (2) orang, salah satunya berseragam lengkap dan satunya lagi berpakaian preman. Tujuan mereka datang meminta data sekalian meminta KTP semua anggota IKB-PMPJ Koorwil Solo.

Mereka langsung diterima oleh Sekretaris Koorwil, oknum aparat menyampaikan tujuan kedatangan, menurut aparat: Ketua Koorwil Mana?, Sekretaris: Dia ada ujian jadi ke Kampus, Aparat: Kami mau minta data dan KTP mahasiswa, Sekretaris: Maaf ketua sedang tidak ada di asrama, Aparat: Kami akan datang sebentar Siang atau Sore untuk minta data-data mahasiswa.

Ketika sekretaris menyanyakan terkait pengambilan data dan KTP? aparat tidak menyahut sembari mengabaikan atas pertanyaan yang disampaikan oleh sekretaris Koorwil Wim Pilamo Solo.

Sebelumnya tidak biasa datang, apalagi pakaian lengkap dengan pangkat dan seragam. Data-data yang mereka maksud sudah pernah disampaikan kepada RT/RW di lingkungan Asrama Wim Pilamo Solo. Mereka tidak melalui RT/RW namun mengabaikan tugas dan fungsi RT/RW di wilayah tersebut.

Dalam sosial dengan masyarakat di lingkungan sangat baik, namun kenapa tiba-tiba bisa ada aparat keamanan yang datang minta data tanpa melalui jalur. Aparat yang datang dari Koramil. Apakah ini bagian dari Intimidasi dan menakut-nakuti oleh aparat?ataukah ada agenda terselubung yang hendak mereka (Aparat) lakukan.

Sesuai perjanjian, sekarang Siang atau Sore mereka akan datang minta data-data dan KTP oleh setiap mahasiswa di Koorwil Wim Pilamo Solo.

Untuk semuanya....
Kita tunggu informasi lanjutan terkait berita di atas.

Demikian Sekilas Info, disampaikan kepada umum untuk ditinjak lanjuti informasi ini kepada jaringan.

Salam Satu Jiwa
(ONE PEOPLE, ONE SOUL)

By. Mgr.

Komentar Anda

[disqus][facebook]
Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.
Koran Kejora View My Stats