Halloween party ideas 2015

 

Its.koran kejora 


koran kejora - Dalam  beberapa Tahun terakhir setelah Negara Kolonial Indonesia mengesahkan UU Otsus serta memaksakan DOB (Daerah Otonomi Baru) kompleksitas persoalan semakin mencekik Masyarakat papua. Pembangunan infrastruktur, eksploitasi sumber daya alam, Perampasan Lahan, masalah Buruh, operasi militer serta persoalan lainnya. Realitas penindasan ini direspon dengan perlawanan rakyat yang terpisah-pisah disetiap sector / klas masyarakat yang ditindas, oleh karena itu persatuan nasional menjadi sangat penting guna menyatukan kekuatan dan menyerang mujsuh bersama.

Tentang Persatuan

Rakyat adalah pelaku sejarah dalam perjuangan merebut demokrasi secara nasional di west papua atau papua merdeka dari cengkraman Kolonialisme Indonesia, Kapitalisme – Imperialisme Dunia dan Militerisme Indonesia.

Sejarah perjuangan rakyat papua telah mencatat bagaimana rakyat papua berjuang sejak 1961 hingga kini, rakyat papua sadar persatuan adalah kunci guna menyatukan kekuatan, Menyerang Musuh, dan merebut kemerdekaan. Berbagai macam alternatif persatuan yang di lahirkan untuk menggalang kekuatan rakyat dilakukan. Mulai dari Neuguinea Raad, KNP (komite Nasional Papua), OPM (Organisasi Papua Merdeka), WPNCL (West Papua National Coalition Liberation), PNWP (Parlemen Nasional West Papua), NRFPB (Negara Republik Federal Papua Barat), dan kini dalam Front Persatuan ULMWP (United Liberation Movement for West Papua).

Untuk memahami dinamika persatuan papua, Baca ; https://suarapapua.com/2019/08/06/dari-nieuw-guinea-raad-ke-ulmwp-tentang-persatuan/

Dari berbagai model perstuan yang lahir dari kebutuhan untuk menyatukan kekuatan rakyat ada factor internal dan eksternal yang menjadi alasan kegagalannya. Factor eksternal tentu saja dilakukan oleh negara kolonial Indonesia melalui politik inviltrasi/penyusupan, propaganda kebohongan, operasi-operasi militer (penangkapan, kriminalisasi, pembunuhan) serta pembangunan kesadaran palsu dan realitas objektif penindasan yang semakin menambah komplesitas persoalan di papua.

Sedangkan factor internalnya adalah kondisi subjektif gerakan perjuangan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah ; Bagaimana setiap oraginasasi perjuangan Melihat Realitas Penindasan ?, Apa Alternatif jalan keluar yang ditawarkan ?, Apakah kita membutuhkan Persatuan ?, Bagaimana seharusnya persatuan dibangun ?, Dengan Mulai Menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar ini akan membawa kita (Masing-masing Organisasi) pada muara persatuan yang tepat. 

Melihat Dinamika persatuan Gerakan perjuangan rakyat papua hari ini didalam (ULMWP) belum mampu menjadi rumah bersama yang menampung seluruh aspirasi dan keluhan rakyat yang lahir kerena realitas penindasan. Apalagi setelah perubahan signifikan ULMWP dari wadah koordinatif menjadi Trias Politica / semi pemerintahan yang semakin membuat kaku dan menutup habis ruang-ruang demokrasi. KTT II ULMWP (2023) pun tidak mampu Mengembalikan Marwah perstuan dengan menerima berbagai usulan gerakan rakyat dan semakin menambah perpecahan dari tingkat faksional hingga sektor gerakan di bawah.

Kritik dan sikap terbuka Kami tentang front persatuan nasional papua, Baca ;https://146.19.24.59/2023/11/sikap-terbuka-amp-kepada-ulmwp.html?__cpo=aHR0cHM6Ly9rb3Jhbmtlam9yYS5ibG9nc3BvdC5jb20

Poin penting yang harus dijadikan Landasan dalam membangun persatuan adalah Demokrasi yang Merakyat. Hal itu tidak dapat dicapai dalam tubuh front persatuan nasional karena kepentingan kelompok/individu lebih diutamakan dibandingkan kepentingan kolektif, Memiliki karakter yang birokratis dan kaku, ruang kebebasan berpendapat yang minim menciptakan Jarak yang jauh antara front persatuan dan rakyat yang mengalami penindasan.

Walaupun Demikian kami percaya bahwa persatuan gerakan rakyat papua akan tercipta Baik karena kondisi objektif penindasan maupun melalui tahapan konsolidasi berkelanjutan yang tentunnya merupakan hasil dari evaluasi yang objektif & Ilmiah. 

Hal yang perlu dipahami Bersama Bahwa Persatuan itu relatif dapat tercipta ataupun diciptakan namun perjuangan adalah keharusan, setiap organisasi perjuangan memiliki tugas pokok yaitu berjuang dengan setiap basis pengorganisiran dan perpektif yang yang ada. Kita tidak bisa menggantungkan harapan semu / berharap lebih tentang front persatuan yang didambakan kemudian menyepelekan kerja-kerja perjuangan (pengorganisiran, Pendidikan, Aksi, Propaganda dll) karena pada esensinya persatuan yang berwatak nasional dan kokoh dapat terbangun karena setiap organisasi yang berafiliasi memiliki basis kerja terstruktur, terdidik dan semakin meluas, maka berjuang adalah suatu keharusan.


Tentang Kebudayaan kontra Revolusi

Masalah persatuan ini juga dikarenakan kebudayaan /tradisi berjuang yang keliru dan dipelihara secara sadar maupun tidak sadar di setiap tubuh organisasi perjuangan mulai dari bagaimana mekanisme organisasi dibangun sebagai pondasi sekaligus pagar guna mengantisipasi segala ancaman yang berpotensi mengganggu perjuangan. Baik yang lahir dari dalam maupun factor dari luar.

Perkembangan Masyarakat papua yang ditekan tenaga produktifnya oleh kolonialisme Indonesia berdampak pada kebudayaan nasional yang masih Mengedepankan nilai/nilai utopis seperti adat & agama (Nilai-nilai negatifnya) yang semakin mengaburkan cara pandang kita melihat realitas objektif penindasan dan ambigu dalam menentukan Alternatif jalan keluar yang tepat.

Konsekuensi logis dari kebudayaan yang berwatak primordialisme,dan oportunisme dalam Gerakan akan melahirkan benih-benih kehancuran. Mari kita lihat contoh Ketika PKI Mengakui segala kesalahnnya dan melakukan kritik oto kritik secara terbuka.

Dalam otokritik yang buat oleh cc politbiro PKI mereka mengakui segala kelemahan dan kesalah yang dilakukan Ketika Mereka dengan mudah terlibat dalam Gerakan 30 september yang semakin mengucilkan organisasi hal itu diperparah  Ketika organisasi menjalankan garis oportunisme kanan dengan Menggantungkan Nasib organisasi ke tangan Soekarno. Ini adalah puncak kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahan berat PKI baik di bidang ideologi, politik dan organisasi.

Tidak sampai disitu ruang-ruang kritik pun dibuka tidak hanya internal pengurus pusat tetapi dibuka umum untuk menerima pandangan dari setiap partisipannya sebagai satu-satunya sarana /alternatif Menerima, megoreksi dan merubah setiap kesalahan.

Dalam kondisi gerakan perjuangan papua hari ini kebudayaan-kebudayaan kontra Revolusi seperti primordialisme, oportunisme,  masih di praktekkan dalam tubuh Gerakan yang menjadi factor internal penghambat Pembangunan kesadaran dan kemajuan perjuangan.

Banyak contoh kasus, seperti di tahun 1998 – 200an dimana gejolak semangat kemerdekaan rakyat papua dalam front nasional presidium dewan papua (PDP) yang kemudian mengalami kehancuran karena kepemimpinan politik diletakkan pada kaum oportunis, contoh lainnya di tahun 2019 ketika isu rasisme di Surabaya memantik semangat dan pemberontakan rakyat papua namun front persatuan nasional ULMWP tidak mampu mengambil kepemimpinan di dalam negeri dan mengarahkannya pada musuh rakyat.

Contoh lainnya dari praktek kebudayaan kontra revolusi dalam Gerakan sipil adalah penyerangan yang dilakukan Wene kilungga anggota Pusat (Kominte Nasional Papua Barat) KNPB terhadap 15 orang individu dan organisasi saat sedang melakukan Teklap terakhir menuju Aksi nasional 1 mei 2024. 

(Kronologi Penyerangan dan sikap korban, Baca : ) https://laolao-papua.com/2024/06/27/pernyataan-sikap-atas-serangan-brutal-wene-kilungga-anggota-knpb-pusat/

Praktek Premanisme yang dilakukan dalam tubuh Gerakan ini merupakan Gambaran Kebudayaan serta moral berjuang yang tumbuh subur dalam Organisasi. Kebingungan dalam mendorong maju perjuangan ini tidak terlepas dari kekosongan teori, politik maupun kebudayaan yang di gunakan sebagai alat yang memimpin Perjuangan. 

Ditengah kondisi kekosongan ini segala sentimen, dan kecemburuan subjektif yang tidak berdasar akan semakin berkembang dan melahirkan Berbagai macam penyakit seperti Penokohan, patron, Membuntut bahkan tindakan-tindakan reaksioner.

download file pdf: https://drive.google.com/file/d/15HvUd2G4oTiXE8WZBRQhSZwZxLODxXXI/view?usp=sharing


Tugas Kita 

Dalam Menyambut Hut ke 26 AMP, dan dengan melihat "Kenyataan bahwa kekuatan / kebudayaan kontra-revolusioner yang ada dan tumbuh di kalangan Gerakan perjuangan rakyat Papua maka kebutuhan mendesak yang harusnya dilakukan adalah membangun ruang kritik oto kritik yang ilmiah  serta mendorong pendidikan-pendidikan politik yang berkelanjutan dan meluas. Dengan mulai berani mengakui kesalahan, terbuka menerima kritik yang objektif, serta dengan kerja Pembangunan kesadaran melalui Pendidikan yang berkelanjutan niscaya akan membangun kesadaran individu dan kolektif yang lebih Maju.

Kemajuan setiap individu dan organisasi dalam teori, politik , maupun organisasi tentunya akan berdampak signifikan dan dapat menjawab kebutuhan persatuan nasional yang Demokratis dan Merakyat.


Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP-AMP)


Ketua Umum

 Jeeno Alfred Dogomo




Korankejora - Sejauh-jauh kami pengurus amp-kk lombok sudah merencanakan untuk kibarkan sang bintang Kejora fakultas hukum Unram. Sehingga pada tanggal 30 Januari 2021 kami telah mengeluarkan himbauan  seruan aksi mimbar bebas universitas negeri mataram fakultas hukum untuk dalam rangka Hut Amp kk-lombok tersebut. 

Namun dengan lain hal, sehingga tidak melaksanakan aksi mimbar bebas difakultas hukum Unram karena tanggal merah.kata Kristus Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." Maka perampokan dan pembunuhan itulah yang melanggar perintah Tuhan kalau melanggar hari atau tanggal merah  tidak jadi masalah kata Yesus. 


Pukul: 08.00 Wita: pengurus amp-kk lombok dengan kawan-kawannya tiba diLapangan rektorat unram.

Pukul: 08:5 Wita: kami memasang bendera Amp dan bk dan serta spanduk.

Pukul: 08:10 Wita: sudah mulai reaksi dari birokrasi kampus dalam hal ini security, kami melihat sekitar 10 orang security berkumpul depan Rektorat dan yang lain telpon kawanan lainnya. 

Pukul: 8:15 Wita: satu orang security datang kekami untuk mempertanyakan surat izin dan lain sebagainya.yang lain mulai kedatangan dari beberapa fakultas.

Pukul: 8:15 Wita: dua orang intelijen pake motor lalu datang lewat pintu keluar lalu mereka parkir pintu keluar pula.

Pukul: 8:26 Wita: 1 orang intel datang pake motor dan parkir dipintu keluar dan  situasi angak memanas.

Walaupun situasi begitu bendera tetap berkibar diatas tiang kurang lebih 30 minit dan setelah itu kami turunkan bendera tersebut. 

Pukul: 9.00: wita kami pulang...


Catatan:

1.aksi mimbar bebas  tetap akan dilaksanakan besok atau lusa diunram sesuai dengan kesepakatan  bersama.

2.kami berjanji bahwa; universitas negeri mataram menjadikan geopolitik  bangsa West Papua. 

3.kami berjanji bahwa; kami akan melawan diskriminasi dan rasisme ditubuh dunia kampus sampai akhir hayat kami.

Medan juang,1 februari 2022


Salam revolusi!!.

"Persatuan tanpa batas perjuangan sampai menang".

Panjang umur hal-hal baik..

Panjang umur perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa West Papua!!.

Aliansi Mahasiswa Papua-AMP KK Lombok.


Selanjutnya kronologis penangkapan pengurus AMP KK Lombok. 


1.pukul 16.00 saya sedang nonton kawan-kawan yang sedang main bola digor unram disamping klinik unram telpon dari Abang Yan Mangandar (PBHM) yang pernah dampingi saya tahun 2021.nomor handphone saya dua jadi bang Yan  telpon saya lewat whatsap yang satu dua kali tapi saya tidak lihat jadi tidak angkat lalu ketiga kalinya telpon lewat nomor whatsapp kedua lalu saya angkat. Kemudian bang yan bertanya apakah kamu kibarkan bendera OPM? saya jawab iya,tapi maaf bang bendera itu bukan bendera opm tapi bendera itu milik rakyat west papua yang tidak bisa sembunyikan. Selanjutnya dalam rangka apa kibarkan bendera itu,biar saya jelaskan kepada pihak Rektorat?? Ya,kegiatan itu dalam rangka memperingati hut amp-kk lombok yang ke-1 bang. Oke,jangan matikan hp ya ujar bang Yan. 


Pukul:16:49 ditelepon oleh bang Yan bahwa apakah kamu sudah tahu konsekuensinya terkait dengan pengibaran BK??ya,saya tahu dan saya melakukan dengan kesadaran bang.apakah sudah sebarkan youtube video?? Iya,sudah bang. Bagaimana cara klasifikasinya?? Gampang bang kalau pihak Rektorat Unram keberatan atau rasa terganggu dengan pengibaran Bk ayok kita ketemu direktorat? Oke kita tunggu Rektorat ujar bang yan.

Pukul: 17: 25 telpon oleh bang yan,iya dimana kita lagi Rektorat Unram ini?? Oke bang saya kesana,tapi bang disana siapa-siapa? Saya,bapak rektor, pak eko dan banyak kepolisian.oke, bang apakah pihak kepolisian boleh masuk didalam kampus?? iya,soal itu langsung datang lalu tanyakan ujarnya.

Pukul: 17: 30 saya mandi asrama putra unram kemudian siap-siap begini pintu saya ada yang toki-toki makanya saya buka ternyata security kampus.lalu saya tanyakan anda tahu dari siapa saya tinggal disini dan nomor kamar saya?? Saya tidak tahu,terus kenapa bapa bisa masuk dikamar saya ini dia langsung bingung. Okelah,kita kerektorat kita turun dari lantai dua ternyata intel, polisi dan preman sudah siap siaga dihalaman asrama tersebut kurang lebih 4 orang. 

Pukul: 17:45 saya mempertanyakan kedatangan mereka sambil berusaha live halaman Amp dua motor kepolisian 2 telah tiba dan mobil avansa satu.

Pukul: 17:50 mulai pemukulan, represif,penyeledakan barang-barang milik saya,seperti motor, hp,buku-buku, bendera, noken dan spanduk. Depan itu ada orang-orang makanya mereka kepolisian berkata bahwa; kalau disini nanti orang lihat kita jadi kita cari tempat sembunyi lalu mereka tarik saya sambil tendangan, pemukulan disertai dengan kata-kata rasisme monyet papua nanti kami bunuh kau,anjing,babi orang hutan dan segala sejenis kebun binatang.

Pukul: 18:00 bang Yan Mangandar dan pihak akademisi kampus (bapa joko dosen saya) tiba kita adu mulut disitu dan hampir menghabisi nyawa saya tapi bang Yan sama Pak joko pasang badan untuk selamatkan saya.

Pukul: 18:5 mereka mau kasih naik saya didalam mobil polisi lalu saya menolak dengan alasan tidak ada surat penangkapan dan menyeledakan barang-barang. Tapi katanya ini bukan penangkapan tapi kita mau antar direktorat lalu saya naik didalam mobil polisi tersebut. 

Pukul: 18:13 kita tiba direktorat ternyata direktorat sudah ada kepolisian sekitar 30 orang,security kampus sekitar 10 orang, pak rektor, ibu wlll dan dosen-dosen lainnya.saya dilarang turun dari mobil dan pihak kepolisian dan pihak Rektorat unram bicara sekitar dua minit dan arahkan bawa polda Ntb setelah dengar begitu saya langsung saya minta waktu untuk bicara dengan Pak Rektorat.selamat sore pak.saya apakah ini dunia akademik kampus atau dunia militer sehingga bapa rektor mengundang militer direktorat ini?? Saya mau kasih tahu kepada bapa rektor bahwa dibalik penangkapan ini adalah ulah bapa rektor oleh sebab itu saya siap bersedia untuk tanggung jawab berbuatan saya tadi pagi, saya siap bersedia diskusi dengan bapa rektor secara ilmiah,secara akademis,secara bermartabat, secara intelektual dan secara terbuka karena bapa dan saya adalah seorang akademisi bukan militeristik. Terakhir adalah bapa rektor sudah kriminalisasi terhadap mahasiswa papua didunia kebebasan akademik berpendapat, berekspresi, berkegiatan dan bergerak. Terima pak.


Pukul:18:27  kita berangkat polda Ntb dengan penjagaan secara ketat oleh pihak kepolisian

Pukul: 18: 35 kita tiba polda Ntb dan disana melakukan rasisme kakak ayok kita minum mabuk,mau cewek ngak? Kakak bisa bahasa indonesia ngak? Kakka rambutnya itu kenapa dan segala sejenis pertanyaan kanak-kanakan dan konyol serta primitif. 

Pukul: 18:46 kita mulai interogasi tapi saya menolak dengan beralasan bahwa: pertama,penangkapan dan penyeledak tanpa surat penangkapan dan tanpa  surat perintah penyeledak barang milik seseorang. Kedua,tidak ada pendampingan kuasa hukum atau LBH. Sehingga kita tidak interogasi. 

Tapi mereka tidak permasalahkan bendera tapi mereka  permasalahan adalah kata saya yang berbunyi dalam video yang mengatakan bahwa;melawan tidak adilan yang dilakukan oleh kolonial Indonesia,diskriminasi dan rasisme pertanyaan lain adalah apa motif dari bendera?? Apakah ada bekingan dari negara luar atau anda dibayar oleh orang lain??apakah anda beasiswa oleh negara?? Kenapa kamu tinggal Indonesia tapi mau merdeka?? Ktpmu Indonesia atau negara papua?? Saya jawab dengan santai karena pertanyaan-pertanyaan seperti ini konyol dan tidak masuk akal begitu. 

Setelah itu,mereka mau buat surat keamanan saya tolak dengan alasan bahwa saya bukan orang penjahat, pembunuh,perampok dan Anarkis tapi saya adalah seorang manusia seperti bapa-bapa juga.

Adapun barang-barang yang belum dikembalikan adalah:

1.satu buah bk

2.satu buah bendera Amp 

3. Satu buah spanduk 

4.buku tiga,masing-masing berjudul: mengapa kami Sosialisme?? Marxisme dan revolusi dokter cuba.

5. Satu buah noken atau tas papua motif Bk

6.dua buah poster; tulisan tpn-opm bukan teroris,bebaskan Victor yeimo tanpa syarat karena Victor adalah korban rasisme. 

7.satu buku berjudul hukum internasional 


Adapun barang yang sudah kembalikan adalah: 

1.motor

2.kunci motor 

3.Hp


Pukul: 1.00 telah keluar dari polda Ntb…

Kronologis ini kami buat dengan apa adanya dengan sejujur-jujurnya tidak kurangi dan tidak tambahkan. 

Kami ucapkan terima kasih banyak kepada kawan-kawan solidaritas Indonesia untuk West Papua dan seluruh rakyat dan bangsa west papua dan LBH seluruh Indonesia yang berbicara tentang kemanusiaan dan keadilan dimuka bumi ini.


Medan juang, 2 februari 2022


Panjang umur hal-hal baik!!.

Panjang umur perjuangan!!.

Salam solidaritas tanpa batas!!.


An: Nyamuk Karunggu semut hitam.


Berikut ini fotonya









Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali, setelah Konfertak dan restruktur
yang ke-II
Denpasar, Bali. Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali, merayakan dan memperingati serta Restruktur yang Ke-2 Komite Kota Bali.  dan  Pada tanggal 27 merayakan hari HUT AMP yang ke 20 dan Komite Kota yang ke-2 Tahun di Asarama Nduga-Bali, dan Dengan Massa 49  Orang yang hadir. Serta, Tema kagiatan "mendorong Pembebasan Nasional West Papua semakin Progresif, militan dan patriotik.

Kronologis
Pada, 24-26 Aliansi Mahasiswa Komite Kota Bali telah melakukan Pendidikan Politik untuk mempersiapakan restruktur dan, pergantian pengurus lama  ke pengurus yang baru. Selama proses pendidikan Politik berjalan di dampinggi oleh Sekretaris Komite Pusat AMP, Dorlince Iyowau dan Biro Agitasi/Propaganda  Komite Pusat AMP, Natalis Bukega. Massa yang mengikuti pendidikan politik sebanyak 32 orang.

Dilanjutkan dengan Restruktur atau pemilihan untuk pergantian pengurus lama ke baru tepat pada 26 July 2018 dan terpilih Jeeno Dogomo sebagai Ketua, Sekretris Abet Gobai, dan Bendahara Joice Uropdana, ikut serta dengan Biro-Biro yang di Pilih. Setelah  restruktur, ada pun penyerahan pengurus lama ke pengurus baru dan mempersiapkan kegiatan untuk penyambutan HUT AMP yang ke-20 Tahun dan AMP Komite Kota Bali yang ke-2 Tahun.

Hari Ulang Tahun (HUT) AMP 27 July 2018, di mulai pada pukul 12:00 WITA di Asrama Nduga-Bali, selama perayaan HUT, ada pun pengantar sejarah gerakan Mahasiswa Papua dan kata sambutan oleh Katua AMP Komite Kota Bali di tambahkan-nya juga mengenai berdirinya gerakan AMP di Komite Kota Bali. Setelah itu, di lanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun yang diwakili oleh pengurus lama, Pengurus Baru, dan pengurus pusat. dan kemudian merayakan hari HUT AMP bersama.

Selamat Ulang Tahun AMP yang Ke-20 Tahun dan Komite Kota Bali yang Ke-2 Tahun

Penulis adalah Agitasi dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali

Selama Kegiatan Konfertak berlangsung
Selama Pendidikan Politi Berjalan dan usai dari titik puncak kegiatan

Pengurus Baru, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Komite Kota Bali, saat perkenalalan
27 July 2018


Menyalahkan lilin HUT, AMP yang ke 20 Tahun dan Komite Kota yang ke 2 Tahun

Ketua AMP KK Bali, dan pengurus lama serta pengurus lama
saling menyambut ulang tahun HUT AMP


Photo Revolusi Mental
saat Ibadah HUT bangsa Papua Barat yang ke 56 Tahun

"1 Desember 2017: Hari HUT West Papua di Bali"
DENPASSAR - Perjuangan terus berjalan di tengah kota-kota, yang di organisir oleh Aliansi Mahasiswa Papua menjadikan pondasi dalam perjuangan sejati. Di berbagai kota yang ada di seluruh Indonesia juga memperingati hari lahirnya Kemerdekaan bangsa Papua Barat dalam merebut kembali kedaulatan pada kemerdekaan.

Pada Tahun ini, keterlibatan dukungan atas perjuangan bangsa Papua Barat mulai dari kanca Internasional, Nasional hingga pada tahap Lokal Daerah West Papua. yang mana, di selenggarakan secara serentak oleh para pendukung ( solidaritas-solidaritas),  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Front Rakyat Indonesia For West Papua (FRI-West Papua), United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Free West Papua Campaign (FWPC) around the world, Tentara Pembebsan Nasional Papua Barat (TPN-PB) dan serta seluruh masyarakat Papua Barat dari setiap lingkungan masing-masing dengan berkategori Ruang Diskusi, Pengibaran Bintang Fajar, Ibadah Syukuran Hari HUT, Demontrasi dan lainya.  Maupun terlihat jelas pada setiap individu di media seosial (Facebook, Line, What's Up (WA), Instagram, ect) menganimasikan berbagai bintang fajar sebagai telah lahirnya embrio kebangsaan Papua Barat untuk memperjuangkan terus dalam mengembalikan "Hak Penentuan Nasib Sendiri" dan Nasib Rakyat Bangsa Papua barat.

Dengan peringati hari besar Bangsa Papua Barat, yang telah merdeka sejak 1 Desember 1961 hingga kini masih memperingati 1 Desember 2017 telah 56 Tahun perjuangan tetap pada posisi. Kemerdekaan bangsa Papua Barat sejak 1 Desember 1961 telah merdeka secara keutuhan wilayah Papua Barat Sorang sampai Samarai secara de facto dan de jure. Namun, Bangsa Papua Barat yang baru lahir memiliki waktu 19 Hari, yang mana Indonesia, Belanda, Amerika dan PBB saling merebut kekuasaan wilayah Papua Barat dalam targetan untuk tempat Eksploitasi Sumber Daya Alam Papua Barat. Yang kini pun, masih dalam perebutan kekuasaan bangsa Papua Barat.

Terpampang sejarah bangsa Papua Barat, evolusi dan revolusi semakin Nyata mewujudkan garis perjuangan yang kian perlawanan merebut hak dasar dari bangsa Papua Barat sesuai Ideologi dan sejarah bangsa Papua Barat yang selalu hidup dalam perjuangan rakyat bangsa Papua Barat. Pada 1 Desember 2017,  Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali dan  IMMAPA BALI telah merayakan ibadah Syukur hari kebangsaan Papua Barat yang ke-56 Tahun dalam garis perjuangan yang nyata.


Beberapa waktu yang lalu, AMP dan IMMAPA di BALI merayakan ibadah Syukuran di  Asrama Mimika, Ibadah dimulai dari pukul 10:00 WITA, dengan  massa mahasiswa dan masyarakat sekitar 60-an orang.  Dalam tata cara perayaan Ibadah, untuk lagu pembukaan dimulai dengan  Lagu Kebangsaan Bangsa Papua barat "Hai TanahKu Papua". Setelah Lagu Kebangsaan, di mulai dengan SabdaTuhan yang dibawakan oleh Bapak Rumpaidus. Menyampaikan bawah "dengan memperingati HUT Papua yang ke 56th ini Papua  bisa terlepas dari segala belenggu penidasan dan pengisapan dari kolonial Indonesai dan kaptalis global. dan kami juga meminta pertologan Tuhan Dalam perjugan Papua". Ungkapnya.

Adapula yang minggisi  dengan puisi Perlawan yang di bawakan oleh Monda Judul "Angin Pembebasan" Karya Alex Giayai, dan focal grup atau nyayian dari asrama putri dalam membawa suasana ibadah.  serta ada pun juga materi singkat kemerdekaan Papua Barat yang di bawakan oleh Saudari Mia, dalam penyampaian materi mengenai awal kemerdekaan Papua dari 1 Desember 1961 sampai 2000an yang dimana "pejuang Papua yang bergerak untuk mengembalikan kemerdekaan Papua 1 Desember 1961, untuk mengembalikan Papua Barat tidak selalu mulus ada korban dan intimikasi yang dilakukan oleh aparatur NKRI di papua, indonesia bahkan dunia internasional terhadap para pejuang. Tetapi ideologi, sejarah itu menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga, kemarin, hari ini dan besok akan  menuntut  kemerdekaan yang di manipulasi oleh NKRI.dengan cara kami orang Papua yang di lakukan oleh toko-toko papua di internasional yang bakan didalam negeri". ungkapnya.

Dan juga di tambahkan "melalui HUT Kemerdekaan Papua Ke 56th ini seluruh masyarakat Papua dari Sorong sampai Samarai menjadi satu untuk merebut kembali kemerdekaan Papua yang sudah perna di manipulasi oleh NKRI dan Belanda, Amerika dan PBB. Tegasnya.

Dan akhir dari ibadah bersama AMP Dan IMMAPA pemotogan kue HUT kemerdekaan Papua yang ke 56th  yang di wakili oleh AMP,IMMAPA, MASYARAKAT PAPUA yang berada  di Bali. Dan foto bersama seluru Mahasiswa dan Masyarakat yang hadir dalam ibada bersama

Ada pun beberapa Tuntutan :

1. Tutup PT Freeport 
2. Tarik militer organik dan non organi yang ada diseluruh tanah papua
3. Berikan Hak Penentuan Nasip Sendiri sololusi Demokatis Bagi rakyat  Papua Barat

Penulis adalah Agitasi dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali

creation by Nato Bukega/amp-bali.list

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Yesus Kristus, Tuhan di kota Daud.” – Lukas 2:11

"... hendak memberi karunia bagi orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi." – Al-Qur'an (28:5)

Aliansi Mahasiswa Papua mengucapkan selamat Natal 25 Desember tahun 2016 dan selamat menyongsong Tahun Baru, 2017.

Semoga dengan rayahkannya hari kelahiran sang Juru Selamat atau sang Revolusioner, Yesus Kristus, membawa terang dan persatuan kita (tanpa membedakan etnis, agama, ras, suku, budaya, dan perbedaan lain yang memecahkan persatuan kita) dalam perjuangan pembebasan Nasional bangsa West Papua.


Minggu,25 Desember 2016
Aliansi Mahasiswa Papua


Aksi massa Fri West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua menuntut hak penentuan nasip sendiri bagi Bangsa Papua di Jakarta, 1 Desember 2016
"Hormat! buat kamerad-kamrad"

Salam pembebasan. Sudah saya katakan sebelumnya, "Kita sedang membuat sejah baru, sejarah yang tentu akan ditulis dalam buku sejarah dunia, kemarin, hari ini dan seterusnya catatan itu masih terus mengalir dari dari bab ke bab hingga menjadi buku, semuanya akan tersimpan. sekalipun kita mati."

Degan momentum hari kedaulatan Bangsa Papua Barat 1 desember 1961. Kemarin kita disatukan pusat kota kolonial Jakarta, kita dikumpulkan disini sebagai bentuk satu nation, Bagsa Papua Barat. Dengan kesatuan, kita dikumpulkan disini sebagai wujud penghargaan kita dan penyatuan kita terhadap jati diri kita, sebagi wujud kecintaan kita terhadap tanah air kita Bagsa Papua Barat.

Kita yang hadir disini telah kita tunjukan jatidiri kita, indentitas kita, sebagai sebuah bagsa Papua Barat, yang mana telah kita sambut degan aksi bersama AMP, FRI-WEST PAPUA pada 1 desember di Jakarta, juga di beberapa wilayah di Indonesia dan di seluruh Papua yang dimediasi oleh KNPB.

Ucapan banyak terimkasiku yang tak terhingga kepada kawan-kawan solidaritas FRI-WP di Jakarta, Palu, poso, Makassar, Ternate, morotai, jogja, Sinjai, Ambon dan Kupang yang telah menyambut uluran tangan rakyat Papua Barat, hadir ditengah gerakan perjuangan pembebasan Bangsa Papua Barat degan terang-terang menujukan sikap sebagai pejuang sejati.

Tak lupa ucapan terima Kasih Saya buat buat pimpinan-pimpinan kota Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] beserta massa aksi yang telah berpartisipasi dalam aksi hari "bersejarah" pada 1 desember kemarin. Apa yang kita lakukan kemarin adalah rasa solidaritas kita, rasa simpati terhadap diri kita dan rasa kecintaan kita terhadap tanah air kita rakyat Papua Barat yang hari ini masih ditindas oleh satu system.

Maka untuk menghancurkan satu system tua yang lama menindas rakyat, maka, pembebasan sejati harus kita wujudkan dalam satu Persatuan Demokratik Nasional Papua Barat.
Sampai jumpa di persimpangan jalan lampu merah. Jabat erat!

Jefry Wenda

Ketua Pusat Aliansi Mahasiswa Papua

ilustrasi/hari HUT amp ke-18

REFLEKSI
18 TAHUN ALIANSI MAHASISWA  PAPUA [AMP]
MENGABDI PADA GERAKAN PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA
27 JULI 1998 – 27 JULI 2016

“Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora, Salam Pembebasan!!!”

Pada kesempatan berbahagia ini, atas nama Pimpinan  Pusat Alliansi Mahasiswa Papua [AMP], saya mengucapkan Selamat Berbahagia kepada semua kawan-kawan anggota AMP karena selama18 tahun secara konsisten kita terus melancarkan perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat. Secara kolektif, kita mengabdi pada gerakan dengan membangkitkan kesadaran massa Rakyat Papua untuk memperjuangkan hak-hak demokratis Rakyat. Kawan-kawan telah mengabdikan diri sepenuhnya dengan perjuangan sejati Rakyat, Salute untuk itu!

Kami sangat menghargai pengabdian kawan-kawan tahap demi tahap demi memajukan kualitas gerakan massa. Walaupun masih banyak kelemahan-kelemahan yang ada pada tubuh organisasi, namun kita harus yakin bahwa dengan semangat persatuan dalam kepemimpinan kolektif, kita dapat membetulkan kekeliruan-kekeliruan yang menjadi benalu dalam tubuh organisasi. Karena pekerjaan membetulkan kekeliruan lebih berat dan membutuhkan proses yang panjang bahkan melelahkan.
Benar Kawan-kawan, perjuangan memang panjang dan melelahkan, tapi bagi seorang pejuang sejati ia akan berkata “ inilah cintaku, apapun akan kupersembahakan demi cintaku”.

Kawan-kawan yang kami hormati, dalam semangat reformasih, pada 27 Juli 1998 di jalan Guntur Kawi, Manggarai-Jakarta Selatan AMP lahir dan tidak sedikitpun  AMP melepaskan diri dari barisan gerakan aksi masa mahasiswa yang bertahan dengan semangat untuk pembebasan Nasional Papua Barat.
Karena itu, dengan semangat HUT AMP, mari kita kobarkan terus semagat api perlawanan dan membagun solidaritas yang solid untuk perjuangan Pembebasan Nasional, tanpa meningalkan kerja-kerja membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakkan massa sebab itulah tugas pokok kita, Kawan-kawan.
Dengan demikian, mari kita mengutus diri kita masing-masing dalam totalitas tindakan dalam barisan Perjuangan Pembebasan Nasionl yang sejati dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita untuk menghancurkan tiga musuh utama Rakyat Papua.

Musuh-musuh utama Rakyat Papua yakni Imperialisme, Kolonialisme NKRI dan Militerisme hanya dapat dihancurkain ketika Rakyat sadar dan terpimpin dalam kepemimpinan revolusioner. Untuk itu,  bersama kebenaran sejarah sang Bintang Kejora, mari kita masifkan perlawanan kita bersama gerakan solidaritas Rakyat tertindas lainnya di Indonesia dan Internasioanl. Sebab Imperialisme, Kolonialisme NKRI dan Militerisme adalah juga musuh bersama seluruh Rakyat tertidas di dunia.

Terkait situasi gerakan saat ini baik di Tanah Air, di Indonesia dan di Pasifik, dibutuhkan analisis-analisis yang tepat tertkait situasi obyektif (penindasan rakyat) dan kemampuan gerakan (situasi subyektif) dalam memberikan jalan keluarnya. Kaum Pelopor tidak bisa menempuh jalan pintas dengan melakuan aksi-aksi yang bersifat reaksioner sehingga justru melemahkan gerakakn sehingga kualitas gerakan pun mengalami kemunduran.
Juga dibutuhkan kerendahan hati kaum Pelopor untuk secara aktif memajukan kualitas gerakan. Kesatuan gerak kita dalam melakukan kerja-kerja Ideologi,politik dan organisasi  dengan  mempraktekan prinsip-prinsip organisasi secara konsisten  dan menjalankan straktak  perjuangan AMP secara tepat , niscaya merevolusionerkan AMP secara  internal dan gerakan rakyat pun semakin progresif.

Kawan-kawan seperjuangan,  ditengah riepresi Militer yang semakin meningkat, bukti penindasan Rakyat semakin massif, 18 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah gerakan mahasiswa Papua untuk menjaga nafasnya tetap panjang. Secara ideologi, politik dan organisasi, AMP semakin dewasa dan mantap. Hal ini ditandai dengan kontradiksi-kontradiksi ideologis di internal AMP baik di Komite Kota maupun di Komite Pusat, Kritik Oto Kritik (KOK) terhadap praktek-praktek individu dalam organisasi yang liberal serta pratek patronisme dan buntutisme dalam oraganisasi. Bukankah kali ini kita  punya alasan untuk berbahagia atas HUT organisasi kita?

Sebagai organisasi massa, AMP haruslah secara berani mengakui berbagai kelemahan-kelemahan yang ada pada tubuh organisasi. Kita jangan pernah sekali-kali berkecil hati atas kegagalan praktek perjuangan yang kita lakukan.  Berbagai kegagalan-kegagalan yang kita alami memang begitu menyakitkan dan membawa organisasi pada kemerosotan, namun berpegang teguh pada prinsip percaya dan bersandar sepenuhnya pada massa akan membawa kita pada keberhasilan yang satu  ke  keberhasilan yang lain. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari masa lalu? Keseluruhan sejarah perjuangan Rakyat Papua telah menghasilkan keadaan dimana tugas mendesak terpenting adalah perjuangan melawan kolonialisme dan Imperialis AS, dan memenangkan kebebasan sejati Rakyat Papua.

Kawan kawan seperjuangan yang kami banggakan, demikian  reflesi kita tahun ini.
Atas nama Komite Pusat AMP  mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kawan-kawan yang masih konsisten berada di garis terdepan massa dan terus menggelorakan, membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakkan massa untuk melawan.
Akhir refleksi ini, mari kita jabat erat dan kita gelorakan semangat perlawanan untuk menghancurkan Imperialisme, Kolonialisme NKRI dan Militerisme bagi kemenangan sejati Rakyat Papua.

Dengan sangat bangga Komite Pusat AMP mengucapkan:


“DIRGAHAYU HUT ALIANSI MAHASISWA PAPUA KE-18”

“Dengan HUT AMP ke-18, mari kita kobarkan terus semangat api perlawanan dan membangun solidaritas yang solid  untuk perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat”.

Salam Revolusi
“PERSATUAN TAMPA BATAS PERJUANGAN SAMPAI MENANG”
Colonial Land, 27 Juli 2016

KOMITE PUSAT
ALIANSI MAHASISWA PAPUA

JEFRY WENDA
(Ketua Umum AMP)



saat jemput sekjen dan 1 anggota yang bebas tahanan.AMP foto,list

Ucap sekertaris AMP Sektor Tangerang, Enos Suhun, seketika tiba di tempat dan bersalam-salaman sesama kawan disana, di Asrama Surya Institut, kota Tangeran, Sabtu, 5/12/2015.

Setelah satu hari keluar dari terali Polda Metro Jaya, sambut dua anggota AMP sektorTangeran yang ditahan sejak 1 desember kemaring, AMP Sektor Tangerang gelar acara “bakar batu”.

Rombongan atraksi jemput Enos Suhun dan Eliyakim Itlay  bersama Pengurus Pusat AMP, Jefry Wenda dan dua anggota lainnya di pertengahan jalan lalu di arahkan langsung ke tempat acara Barapen (bakar Batu) dalam pengawalan ketat.

Seketika tiba di tempat dan bersalam-salaman sesama kawan disana, di Asrama, Eliyakim Itlay mengucapkan tindakan penahanan yang di lakukan oleh pihak Polisi adalah pelajaran dan penjara juga bukan akhir dari jalan perjuangan ini, tetapi ini awal dari perjuangan menuju pembebasan yang hakiki.

“Penjara mengajari kamu untuk terus lawan. Hanya dengan lawan saja kita dapat jemput Papua merdeka.”Ucap Eliyakim Itlay ketika di ruang acara tadi.

saat makan bersama usai acara jemput.AMP foto. list
Kata sekertaris AMP Tangerang, Enos Suhun, walau tubuh ini di korbankan dan di kurung atas dasar  yang tidak jelas, namun hal itu tidak mengurangi ideologi perjuangan dan ideologi ini pun tak pernah akan di kurung dalam terali. Sebab ideologi ini hidup, walau tubuh ini di lenyapkan.

“Di penjara tidak mengurangi sedikit pun ideologi perjuangan ini.” Ucap Enos Suhun.

Ketua AMP Pusat, Jefry Wenda juga menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di se-Jawa dan Bali, agar gandeng tangan bersama Mahasiswa dan Rakyat yang merasahkan penindasan yang sama oleh tuan-tuan tanah (Borjuis) untuk menghapuskan penindasan terhadap rakyat dan selanjutnya rakyatlah yang menentukan Hidupnya diatas tanah milik mereka.

“Selain kita orang Papua yang ingin merdeka, ada orang lain lagi yang sedang bersama kami dan bersolidaritas untuk kita. Cari kawan banyak-banyak tanpa membedakan suku, budaya, ras, agama, atau pun perbedaan yang lain.” Ucap Wenda.

Lanjut wenda, pemuda Papua  dan Mahasiswa adalah penentu hidup orang Papua kedepan. Perjuangan pergerakan yang di awali, di mulai oleh kaum intelektual dulu, kini tugas pemuda dan Mahasiswa untuk mengakiri perjuangan ini dan menentukan hidup anak cucu orang Papua kedepan.

“Kita disini yang akan tentukan hidup orang Papua kedepan. Hari ini kita tidak berjuang, hari ini kita tidak masuk penjara, hari ini bila kita tidak taruh nyawa demi hidup anak cucu kita ke depan, maka Papua tidak akan merdeka orang Papua tidak akan bebas dari penjajahan dan penderitaan ini.” Kata wenda.

Acara yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa itu di akhiri dengan makan bersama pada pukul 13.43 waktu Tangerang. (Jhe_G)

ilustrasi.amp/logo.foto

"Diatas batu ini saya meletakan seluruh peradaban bangsa Papua, meskipun orang berilmu tinggi, berakal budi, dan berhikmat, tidak dapat membangun bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan membangun dirinya sendiri."_Pdt. I.S.Kijne, Mey 25 Oktober 1925.

Aliansi Mahasiswa Papua [AMP], mengucapkan selamat HUT GKI  ke-59 di tanah Papua, 26 oktober 2015.

Ketua Aliansi Mahasiswa Papua Komite Pusat 


Jefry Wenda

AMP foto; Edited by Ansel,list

Selamat Hari Ulang Tahun ke-XVII Aliansi Mahasiswa Papua [AMP]

Kawan-Kawan seperjuangan

Ada rasa rindu untuk bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] yang kita cintai, berpelukan, bercanda tawa bersama-sama sambil merefleksikan setiap detik perjalanan kita. Tapi sayang kita berada di tempat yang berbeda-beda. Hanya melalui surat ini saya ucapkan selamat merayakan HUT ke-17 Aliansi Mahasiswa Papua disetiap Kkomite-kota, dan Komisariat. Salut kepada seluruh anggota AMP dimanapun Kawan – kawan berada dalam pengabdiannya melakukan kerja membangkitkan, mengerakan dan mengorganisasikan kesadaran massa Rakyat Papua untuk memperjuangkan hak – hak demokratis Rakyat Papua. Dan ucapan salut yang sedalam – dalamnya kepada Kawan – kawan yang telah mengabdikan diri sepenuhnya dengan perjuangan sejati Rakyat. Tak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan lama ALm Damianus Wanimbo. Hanz Gebze. Arkilaus Baho. Evert Kenyap. Alm Rinto Kogoya. Alm.Viktor Kogoya dll yang tidak saya sebutkan yang telah Mendirikan dan mempertahankan, Gerakan perlawanan Massa Mahasiswa untuk merebut cita-cita sejati Rakyat.

Pengabdian Kawan – kawan tersebut layak dihargai sebagai suatu tahapan kemajuan yang patut diapresiasi. Walaupun kita baru saja membangun kembali kolektifitas perjuangan, masih banyak kelemahan – kelemahan yang ada pada tubuh organisasi, namun kita harus yakin Kawan – kawan dengan semangat yang ada kita mampu bergerak maju membetulkan berbagai kekeliruan yang mengahmbat organisasi dari massa luas rakyat Papua. Karena pekerjaan membetulkan kekeliruan lebih berat dan membutuhkan proses yang panjang bahkan melelahkan. 

Kawan-kawan seperjuangan,

17 tahun sudah Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] yang kita cintai telah berdiri, tentunya kita bukan bayi yang merangkak lagi. saat Kongres ke III november 2014 telah terjadi beberapa perubahan dalam organisasi seperti saat ini kita rayakan tetang HUT Aliansi Mahasiswa Papua 30 Juni diubah menjadi 27 Juli. Kita telah melakukan kritik-otokritik terhadap pengalaman praktek perjuangan dalam mengorganisasikan massa. Sebagai organisasi yang berbasiskan massa mahasiswa tugas pokok AMP adalah mengorganisasikan massa mahasiswa seluas-luasnya, organisasi harus menjangkau berbagai lapisan massa di berbagai pelosok negeri. 

Kawan-kawan Seperjuangan

Kita telah mengabil sikap untuk memperluas sayap dengan mepmpertahankan enam bintang yang ada pada bendera organisasi, yang mejadi basis pengorganisiran setiap anggota AMP, yang meliputi klas Buruh, Tani, Golongan Pemuda, Mahasiswa, Perempuan, dan Masyarakat Adat. Kita telah yakin dengan penuh bahwa massa sesungguhnya memiliki watak yang maju dan memiliki kontradiksi-kontradiksi didalamnya hanya karena penindasan rezim boneka yang masif telah melemparkan mereka dalam posisi ditindas, namun karena belum sanggup menyadari situasi yang didapat serta terbatasnya teori maju yang dimiliki, sehingga massa masih terjebak dalam buaian mimpi datangnya sang penyelamat, entah dari mana datangnya? Kesadaran massa yang demikian harus kita bangunkan, sadarkan dan majukan. Jangan pernah membiarkan massa terlena dengan harapan-harapan palsu yang digembor-gemborkan. Yang hendak saya tekankan disini, bahwa Perjuangan Rakyat Papua adalah Perjuangan Klas Tertindas Melawan Klas Penindas dan bukan Perjuangan Suku – Suku Papua Melawan Suku-Suku Indonesia. Pengalaman telah mengajarkan kepada kita, bahwa kesadaran Nation tidak mampu menjangkau seluruh lapisan massa Rakyat, karena di dalam massa Rakyat terdapat Klas dan Golongan serta memiliki kontradiksi di dalamnya. Karena hanya dengan kesadaran Klas kita mampu membangkitkan mereka akan kepentingan Klas dan Golongan-nya masing-masing untuk bersama-sama mengobarkan perjuangan merebut hak-hak demokratis sejati Rakyat Papua.

Dengan demikian apa pekerjaan yang bisa kita lakukan saat ini? Satu pekerjaan yang luput dari kerja praktek kita sehingga mengakibatkan kita gagal dalam setiap pengorganisiran selama ini adalah melakukan Investigasi Sosial dan Analisis Klas (ISAK) yang mendalam terhadap massa Rakyat Papua. Dengan pekerjaan ISAK kita akan mengetahui persoalan-persoalan pokok yang dihadapi massa Rakyat, menyimpulkannya dan menemukan metode perjuangan yang tepat untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakan massa sesuai klas dan golongannya. Karena kita berpegang pada prinsip percaya dan bersandar sepenuhnya pada massa dimana perubahan adalah karya berjuta – juta massa. Maka kemenangan mutlak akan kita raih.

Kawan-kawanku

Sekian surat saya, ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kawan – kawan yang masih konsisten berada di garis terdepan massa dan terus menggelorakan, membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakkan massa untuk melawan tiga musuh rakyat papua. Tak lupa ucapan terima kasih pada Kawan – kawan para pimpinan Komite Pusat AMP dan salam perlawanan kepada seluruh mahasiswa. Akhir kata, jabat erat tanganku bersama kita gelorakan semangat perlawanan untuk menghancurkan tiga musuh utama Rakyat Papua; Imperialisme, Kolonialisme dan Militer bagi kemenangan sejati Rakyat Papua. Salam Pemberontakan....!!!

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun AMP ke – 17

Pimipinan Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua

[KP-AMP]


Jefry Wenda

Ketua Umum

AMP Foto; Edited by Angin Selatan;list
Yogyakarta, AMP--Sesuai seruan yang di keluarkan oleh Pimpinan AMP Pusat, Jefry Wenda, kemarin, hari ini, Senin, 27 Juli 2015,  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Se-Jawa dan Bali memperingati  HUT AMP ke 17 secara serentak di masing-masing kota, dengan Thema Nasional: “Mempertegas Garis Perjuangan Organisasi Dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa Papua Barat.” Dan Sub-Thema: “Dengan HUT Aliansi Mahasiswa Papua Bersama Kebenaran Sejarah, Memperjuangkan Cita-Cita  Sejati Pembebasan Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat.”

AMP Komite Kota (KK) Yogyakarta bersama Komite kota Semarang-Sala Tiga, telah menggelar Ibadah Syukuran di Kali Baliem dengan aksi “Bakar-Bakar” sebagai persembahan.

Dikabarkan pula kepada AMPNEWS.ORG melalui Telepon Seluler dan Media social (fb), AMP KK Surabaya dan Malang melakukan Ibadah syukuran bersama di Asrama PANA (Paniai Nabire), Malang.

Kemudian, AMP KK Jakarta pun melakukan ibadah yang sama, bertempat di Asrama Tolikara, Condek Jakarta.

AMP KK Bandung juga melakukan Ibadah syukuran bersama di Asrama Timika, Bandung.
Dan KK Solo dan Bogor juga melakukan Ibadah yang sama.
Kemudian KK Nabire-Paniai, KK Numbai, KK Agisiga pun demikian, melakukan kegiatan yang sama.

Wenda mengatakan, “Saya ucapkan selamat merayakan HUT ke-17 Aliansi Mahasiswa Papua disetiap komite-kota, dan Komisariat. Salut kepada seluruh anggota AMP dimanapun Kawan – kawan berada dalam pengabdiannya melakukan kerja membangkitkan, menggerakan dan mengorganisasikan kesadaran massa Rakyat Papua untuk memperjuangkan hak – hak demokratis Rakyat Papua.” Di tulis dalam Suratnya Kepada kawan-kawan.

Lanjut Wenda, “Kawan-kawan tetap konsisten berada di garis terdepan massa dan terus menggelorakan, membangkitkan, mengorganisasikan dan mengerakkan massa untuk melawan tiga musuh rakyat papua.”

Hari HUT AMP yang ke 17 ini telah digelar Ibadah secara serentak di masing- masing Komite kota kemudian diakhir dengan sayonara. (P. Gobai/AMP)


Pernyataan Sikap

Indonesia, Amerika Serikat Dan PBB Segera Mengakui Kedaulatan West Papua Pada 1 Desember 1961


Yogyakarta - 1 Desember selalu diperingati oleh Rakyat Papua sebagai hari Kemerdekaan Bangsa Papua. 1 Desember 1961 merupakan hari bersejarah, dimana untuk pertama kalinya Bintang Kejora sebagai bendera Negara Papua Barat dikibarkan. Namun, Papua Barat sebagai negara merdeka yang dicita-citakan oleh golongan terpelajar Papua diantaranya :  M.W. Kaisiepo dan Mofu (Kepulauan Chouten/Teluk Cenderawasih), Nicolaus Youwe (Hollandia), P. Torey (Ransiki/Manokwari), A.K. Gebze (Merauke), M.B. Ramandey (Waropen), A.S. Onim (Teminabuan), N. Tanggahma (Fakfak), F. Poana (Mimika), Abdullah Arfan (Raja Ampat) yang pada waktu itu yang duduk dalam Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea) namun tidak bertahan lama, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno Dkk mengumandangkan TRIKORA untuk mengagalkan terbentuknya negara Papua Barat. Sejak itulah, Rakyat Papua hidup dalam cengkraman penjajahan Indonesia.
Berbagai operasi militer dilancarkan oleh kolonial Indonesia untuk membungkam perlawanan Rakyat Papua yang menolak kehadiran Indonesia. Militer menjadi satu-satunya tameng untuk berhadapan dengan Rakyat Papua. Dari masa kepemimpinan Soekarno hingga SBY-Boediono, Militer tetap menjadi alat yang paling reaksioner dalam menghadapi gejolak perlawanan Rakyat Papua. Ratusan ribu nyawa Rakyat Papua telah hilang oleh kebiadaban Militer Indonesia.
Hingga saat ini, dapat kita saksikan bagaimana gerakan-gerakan perlawanan Rakyat Papua dibungkam dengan berbagai skenario dan tekanan, intimidasi serta teror untuk menekan aktifitas perlawanan Rakyat. Hal ini dilakukan oleh Indonesia untuk tetap mengamankan Papua menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia.
Maka, untuk menyikapi situasi Papua saat ini dan bertepatan dengan peringatan HUT ke-51 West Papua, 1 Desember 2012. Maka kami Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) menyatakan sikap � Indonesia, Amerika Serikat dan PBB Segera Akui Kedaulatan West Papua Pada 1 Desember 1961 � dan menuntut :
1.      1 Desember 1961 Bukan HUT OPM, Tetapi Adalah Hari Kedaulatan West Papua
2.      Indonesia dan PBB Segera Serahkan Kedaulatan West Papua
3.      Stop ! Klaim West Papua Bagian Dari Negara Indonesia

Demikian pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) menjelang Perayaan HUT West Papua Ke - 51, Atas nama seluruh Rakyat West Papua dan Tulang Belulang, kami sampaikan terimakasih.

Salam Pembebasan !

Yogyakarta, 1Desember 2012


Hormat Kami
Koordinator Umum



Sonny D


Dalam rangka  memperingati hari ulang tahun Aliansi Mahasiswa Papua yang jatuh pada tanggal 30 mei 2012, komite Umum AMP dan komite Kota mengadakan seminar sehari yang bertema � BERSAMA SEJARAH KITA MELANGKAH MENUJU KEMERDEKAAN� dan sub thema � Dengan semangat HUT AMP, kita tegaskan perjuangan rakyat dan bangsa Papua.



Hadir dalam seminar ini sebagai pembicara antara lain, Bpk Socratez Sofyan Yoman, Bpk George Aditjondro dan Rinto Kogoya sebagai Ketua umum AMP.
Acara HUT ini dimulai dengan doa pembukaan, orasi-orasi politik serta pembacaan puisi.  Jumlah peserta yang hadir terus bertambah dan dengan antusias mengikuti jalannya Seminar Sehari.
Hingga tulisan ini dinaikan, seminar masih berlangsung, bila kawan-kawan yang memiliki kesempatan untuk datang dan hadir bersama-sama, mari datang dan bergabung bersama kami.

Salam Pembebasan !

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) pertama kali dibentuk oleh mahasiswa asal Papua yang berstudi di pulau Jawa yaitu kota Daerah Istimewah Yogyakarta (Prambanan), selanjutnya secara organisasi dideklarasikan dan atau didirikan pada tanggal 30 Mei 1998 di Jl. Guntur Kawi, Manggarai, Jakarta Selatan.  Dengan diketuai oleh Denianus Tari Wanimbo, dan sekretaris Jenderal Hendrik Ronsumbre. Organisasi ini lahir ditengah situasi represifitasnya Pemerintah Indonesia di West Papua, khsusnya di Biak, yang kita kenal dengan Peristiwa Biak Berdarah. Ditengah situasi politik Indonesia yang mulai goyah akibat tekanan-tekanan politik dari gerakan prodemokrasi Indonesia terhadap regime Soeharto dan mulai menguatnya tuntutan Reformasi Politik bagi sebuah perubahan yang berkeadilan serta terbukanya ruang demokrasi yang seluas-luasnya.

Aliansi Mahasiswa Papua memiliki Orientasi Perjuangan yang dengan tegas telah diatur untuk memperjuangkan Kemerdekaan West Papua. Perjuangan AMP adalah bagian integral dari Gerakan Pembebasan Nasional West Papua, tidak ada orientasi lain, selain orientasi tersebut yang harus diperjuangkan dalam jangka waktu yang sangat cepat. Orientasi Perjuangan selanjutnya setelah kemerdekaan West Papua diraih kembali, maka AMP mempunyai tugas sejarah selanjutnya untuk berjuang bersama rakyat guna membentuk tatanan masyarakat West Papua yang: Demokratis Secara Politik, Adil Secara Sosial, Sejahtera Secara Ekonomi, Partisipatif Secara Budaya.

Maka dari itu, bertepatan dengan Hari Berdirinya Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) yang Ke - XIV pada tanggal 30 mei 2012, maka kami selaku Panitia Perayaan HUT AMP mengundang seluruh kawan - kawan Mahasiswa/i Papua ataupun seluruh elemen Rakyat West Papua yang sedang berdomisili di Yogyakarta untuk hadir dalam Seminar sehari yang akan dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Rabu, 30 mei 2012

Waktu                : 09.30 WIB - Selesai

Tempat             : Asrama Mahasiswa Papua " KAMASAN I " Yogyakarta

Thema              : " BERSAMA SEJARAH KITA MELANGKAH MENUJU KEMERDEKAAN "

Sub Thema    : " Dengan Semangat Hari Ulang Tahun Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) Kita Tegaskan Perjuangan Rakyat   dan Bangsa West Papua "

Pembicara       : 1. Pdt. Socratez Sofyan Yoman ( Tokoh Masyarakat Papua )
                              2. Dr. George Junus Aditjondro ( Cendikiawan Indonesia )
                              3. Rinto Kogoya ( Ketua Umum AMP )

Demikian undangan ini kami buat, atas perhatian seluruh kawan - kawan kami ucapkan terima kasih.




                                                              Panitia HUT AMP Ke - XIV


                                                       Jefri Wenda                Yusuf Mabel
                                                            Ketua                       Sekretaris



�Jika anda sakit melihat Penderitaan di West Papua maka kau adalah Sahabatku�
Persatuan Tanpa Batas Perjuangan Sampai Menang
Bersama Kebenaran Sejara Sang Bintang Kejora




Dalam sejarah pergerakan mahasiswa Papua, dimulai di Biak sekitar tahun 1934. Beberapa Mahasiswa Papua yang didik oleh Van Baal diantaranya N. Jouwe, M.W. Kaiseppo, P. Torei, M.B. Ramendey, A.S. Onim, N. Tanggakma, F. Poana dan Andullah Arfan.  Mereka dikatakan orang terdidik pertama di Papua yang melakukan perlawanan secara intelektual.  Tahun 1969. Mahasiswa Papua mengonsolidasikan diri dan turun ke jalan untuk melakukan protes atas hasil Pelaksanaan Pepera 1969. 
Arnold AP, dkk
Pada tahun 1972 melalu gerakan mahasiswa Papua melalui Seni dan Budaya Papua yang dipelopori oleh Arnol Ap, Sam Kapisa dan kawan-kawan (Group Mambesak). Tahun 1996, di Jayapura - Abepura mahasiswa Uncen dibawah pimpinan Benny Wenda melakukan protes atas kematian Al. Dr Thomas Wanggai yang tidak wajar. 

Gerakan mahasiswa berikutnya muncul pada tahun 1997. Mahasiswa Papua memprotes pembantaian TNI di Mapenduma, Jila, Bela, dan Alama.  Gerakan tahun 1997 ini kemudian melahirkan organ politik mahasiswa Papua terbesar yang kemudian dikenal dengan nama Alinsi Mahasiswa Papua (AMP). 

Aliansi Mahasiswa Papua didirikan pada tanggal 30 Mei 1998 di Jalan Guntur Kawi, Manggarai, Jakarta Selatan. Organisasi ini lahir di tengah situasi peristiwa Biak Berdarah. Di tengah situasi politik Indonesia yang mulai goyah akibat tekanan-tekanan politik dari gerakan prodemokrasi Indonesia terhadap regime Soeharto dan mulai menguatnya tuntutan Reformasi Politik bagi sebuah perubahan yang berkeadilan serta terbukanya ruang demokrasi. Seiring dengan berjalannya waktu, AMP telah menata sejumlah mekanisme baru yang lebih efektif dalam menggerakan organisasi ini sebagai organisasi dengan kader-kader yang terdidik, terpimpin, revolusioner, progresif, militan dan terorganisir rapi ditiap basis perjuangan mahasiswa Papua, baik di Papua, Indonesia maupun Internasional.

Dan Menyambut ulang tahun AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) yang ke-14, Komite Pusat AMP besama komite Kota AMP Jogja akan menyelenggarakan seminar pada hari Rabu, 30 Mei 2012, di Asrama Mahasiswa Papua, Jogjakarta. Seminar ini mengusung tema Bersama Kebenaran Sejarah, Kita Melangkah Menuju Kemerdekaan.  Kegiatan ini  akan menghadirkan Tokoh Masyarakat Papua, Pdt. Socratez Sofyan Yoman yang secara khusus akan mereview Sejarah Perlawanan Bangsa Papua untuk Memperjuangkan Hak Menentukan Nasib Sendiri dan juga salah satu tokoh cendikiawan Indonesia, Dr. George Junus Aditjondro  yang juga akan membahasa materi tentang Otonomi, Federasi, atau Merdeka?.  Dan juga tak lupa ketua Umum AMP, Rinto Kogoya akan memaparkan terkait Peran Sejarah Mahasiswa Papua dalam Perjuangan Hak Menentukan Nasib Sendiri.  

Gerakan mahasiswa Papua kini mulai bangkit, maka diharapkan menjadi agen Progresif - Militan  Patriotik yang membawa perubahan positif untuk RAKYAT PAPUA. .

Bersama Keberanaran Sejarah, Sang Bintang Kejora


Mahasiswa merupakan tulang-punggung perubahan dengan mengembang misi sebagai Agent of Change. Begitu pula dengan mahasiswa Papua, diharuskan karena dihadapkan dengan berbagai problem, mahasiswa sebagai  agen perubahan dan motor penggerak rakyat untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk rakyat. 
By : Paschall-Ab  

Komentar Anda

[disqus][facebook]
Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.
Koran Kejora View My Stats