Halloween party ideas 2015

Gambar Ilust. Koran Kejora
"Menolak dan Hentikan Eksploitasi Alam Di Intan Jaya, West Papua"
Oleh: Bisem Abugau***

Perusahan yang sedang proses untuk di ekplorasi di Intan Jaya tersebut berasal dari perusahan PT. MONI SEJAHTERA LANGOWAN yang akan melakukan Satu Juta Hektar Tanah adat moni untuk eksploitasi emas, tembaga, uranium, perak dan lainnya. Dari batas wilayah seluruh tanah di Intan Jaya akan di ekplorasi secara menta dari garis batas antara  Distrik Biandoga, Wandai, Homeyo dan menyusul pada distrik lainnya. Sebelum berdirinya perusahan ini, mempunyai sejarah tersendiri ketika ekspedisi Geologs dari Belanda tahun 1936 menemukan 5 titik tempat bahwa daerah moni terdapat unsur hara tanah yang bermanfaat bagi dunia, seperti  dimuat di Majalah Geological Scientist of America tahun 2005.  Sehingga, kondisi ini mendiamkan secara dunia World Hidden Weald. Dan Pada tahun 2007 PT MONI SEJAHTERA LANGOWAN didirikan. Perusahan ini, telah tentukan garis kordinat atau batas eksploitasi Kordinat : N.3.40.60 and E.136.40.59. Sejak berdirinya, perusahan ini mempunyai dasar hukum yang di keluarkan yaitu akte notaris no.32 yang di notariskan oleh Sri Widodo, SH dengan beralamat Jl. Yos Sudarso No.35 Timika, Papua. Sedangkan SK MENKUM HAM RI PT.Moni Sejahtera Langowan sebagai Pertambangan Khusus AHU-0080722 A.H.01.09 Tahun 2011, yang di sahkan pada 06 Oktober 2011. Sehingga melalui UU MINERBA NO.4 THN 2009. PASAL.135 akan di eksplorasikan.

Dalam berita yang beredar di media sosial bahwa pendiri PT. Moni Sejahter Langowan tersebut dengan melibatkan masyarakat adat tetapi belum tetentu sebagai keterlibatan itu, seperti Welly Maningkas sebagai Direktur Utama dan pensehat lemasmo,Salmon Nagapa sebagai Direktur dan Tokoh Pemuda Moni, Moses Selegani sebagai Komisaris Utama dan kepala suku besar Moni, Bernadus Bagau sebagai Komisaris dan Sekjen Lemasmo, Anggimbau.SH sebagai Direktur Kepala Suku, Matius Somau sebagai Komsaris Kepala Suku, Marten Mayani Komisaris Kepala Suku. Inilah yang mendirikan PT. Moni Sejahtera Langowan untuk mengeksploitasi Alam Kekayaan suku moni, Intan Jaya West Papua. PT. Moni Sejahtera Langowan yang dikendalikan oleh TOBA GROUP yang pemiliknya Jend.Tni Luhut Binsar Panjaitan dan pemilik PT. Moni Sejathera Langowan adalah Welly Maningkas. Perusahan ini telah melakukan hubungan konsorsium bersama perusahan-perusahan raksasa Eropa dengan dana investasi perkiraan 25 Miliar di Hote Grand  Tropic Jakarta Barat Tahun 2016 yang di hadiri oleh Grace Lumangkun, Laksdya TNI [Purn] Fred Lonan (mantan Wakasal), Boike Wurarah, Bernad Saisab, Welly Maningkas, Brigjen TNI [Purn] Paulus Prananto (Toba Group), Salmon Nagapa, Vence Nayoan, Heinz Rauball  dan para pelaku perusahan-perusahan Eropa.
Dari Melihat kondisi seperti dan Terkait dengan Perusahan Pt.Moni Sejahtera Langowan  yang sedang masuk di Intan Jaya wilayah suku Moni maka secara tegas dari Pelajar, Mahasiswa, Masyarakat, Intelektual Intan Jaya dan seluruh lapisan masyarakat PAPUA menolak PT.Moni Sejahtera Langowan. Realitas penolakan ini di pandang dari Sejarah gerakan rakyat West Papua, dan mencatat Papua Barat dipandang oleh dunia Papua adalah sebuah pulau di ujung timur yang begitu berlimpah dengan kekayaan Alam-nya (surga kecil yang jatuh ke Bumi) sehinggga telah sekian Tahun lama-nya Indonesia dijadikan alat untuk eksploitasi besar-besaran di tanah West Papua dan negara-negara yang punya kepentingan atas West Papua menjadi aktor utama terjadilah perebutan West Papua  ke dalam bingkai NKRI secara Paksa, secara tidak demokratis.

Oleh sebab itu sementara kita masih dalam penjajahan bingkai NKRI, Rakyat West Papua tidak akan merasa sejahterah, aman, damai, dan tentram kerena sejak 19 Desember 1961 adalah awal mula pemusnaan bangsa West Papua, yang telah merdeka dan telah berdiri sebagai negara sama seperti bangsa lain di dunia sejak 1 Desember 1961.

Dan sekarang, tahun 2019 bangsa West Papua telah 57 tahun bersama kolonialisme Indonesia dan kolonilaime Indonesi masih melakukan  eksploitasi dan perampasan ilegal, Pembunuhan, Pemenjaraan, Penangkapan, Intimidasi,teror, tabrak lari dan lain sejenis-nya di atas tanah West Papua hanya karena kepentingan Ekonomi, Poliik, dan Kekuasaan dari kolonalisme Indonesia sertakan negara-negara imprealis yang rakus akan eksploitasi kehidupan rakyat.

Sehingga, Perusahan apa pun yang masuk di tanah West Papua yang ada hanya membawa malapetaka bahaya bagi generasi penerus bangsa West Papua  dan lebih khususnya masyarakat di kabupaten Intan Jaya dengan karna persuahan yang akan hadir di tengah wilayah Meepago dan Wilayah Moni. Maka dengan tegas kepada genarsi mudah ini, harsu memiliki Tugas kita bangsa West Papua  adalah Persatuan dalam satu komando satu tujuan melawan militerisme, hapuskan kapitalisme, hancurkan imperialisme dan sejenis-nya dan fokus pada perjuangan kemerdekaan West Papua sertakan menolak maupun meminta semua perusahan-perusahan asing yang ada di seluruh tanah West Papua harus tutup dan kekuatan TNI/POLRI organik dan non-organik yang sedang kuasai seluruh tanah Papua harus ditarik kembali ke pangkuan kolonialisme Indonesia itu sendiri.

Sampaikan dan memberikan kesadaran, dan pemahaman kepada keluarga, dan sesama kita di seluruh tanah West Papua dan lebih khusunya Intan jaya , keluarga di dugindoga, kemandoga, mbiandoga dan weandoga. Perusahan tambang Emas terbesar di dunia yang lebih besar dari PT.Freeport seluas 1 juta Haktar yang sedang mau masuk daerah Intan jaya ini harus tolak. Perusahan besar ini akan membawa dampak buruk bagi generasi bangsa West Papua yaitu kekuasaan imprealisme, kapitalisme, militerisme dan lain sejenisnya besar-ran di tanah West Papua terutama di Intan jaya, kalau perusahan ini masuk di Kemandoga, Dugindoga dan Mbiandoga  suku moni/migani dan suku wolani mau bawa kemana kalau daerah ini sudah dikuasai militer dengan kekuasaan lahan, dan  sewenangan-wenangnya hanya atas kepentingan kolonialisme indonesia atas West Papua.

Suku Moni/Migani dan Wolani mau pindakan lokasi kemana? Intan Jaya adalah daerah yang cukup sempit daerah ini hanya terdapat gunung-gunung yang besar menjulang tinggi sehingga tidak terdapat daratan rendah dan daerah ini hanya dialiri sungai-sungai besar yaitu sungai Mbiabu, Kemabu dan Dogabu Wabu, dismpiang-samping  itu masyarakat telah sekin lama hidup mengikuti setiap aliran sungai-sungai besar tersebut sehingga apa bila perusahan tersebut masuk maka untuk pembuangan limbah tambang Emas akan terjadi pencemaran lingkungan hidup masyarakat melalu sungai besar Kemabu sampai di Napan Nabire, West Papua.

Dengan itu, ingatlah bahwa kami mempunyai sebuah bahasa yang musti kita jaga bersama adalah ""Aga maine dune data aumba menene dogee nae dogoo, agati jinggiga menego dudigi magamigi dapoga mimbuame"" Orang tua-tua kami yang sudah tanda-tangan maka secara tegas juga kami Pelajar, Mahasiswa, Intelektual dan masyarakat Intan Jaya dengan tegas menolak serta tidak mengizinkan Perusahan apapun masuk di Intan Jaya  karena setiap perusahan yang hadir di Papua ini membawa dampak buruk bagi generasi penerus bagi bangsa West Papua. Karena alam West Papua dan segalah isi-nya adalah titipan maha pencipta (TUHAN) bagi leluhur kami khususnya rakyat West Papua di Intan jaya dan seluruh tanah West Papua menjaga kekayaan yang ada bukan untuk bangsa dan negara-negara lain. Sebab, tanah leluhur ini yang punya adalah bangsa West Papua itu sendiri.

Pada Dasarnya, bahwa eksploitasi tersu sedang di lakukan oleh kolonialisme Indoensia dengan caranya mereka, yang secara licik serta merta pembohongan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh kolonialisme Indonesia untuk menjalankan aset mereka di West Papua dengan mencuri ataupun mengeksploitasi sumber daya alam West Papua tanpa melihat sumber daya yang lainnya sekita eksploitasi yang di lakukan oleh kolonialisme Indonesia seprti kasus Freeport yang memakan korban nyawa manusia West Papua yang kini berjuamlahan ribuan orang serta hukum adat Amugme dan kamoro di rusaki oleh kolonialisme Indonesia dan negara-negara imprealisme yang melakukan eksplotasi  tanpa memperhatian wilayah adat pemilik serta limbah Freeport menjalar ke seluruh tanah West Papua.

Dengan, demikian kita harus waspada terhadap perusahan dan eksploitasi yang akan masuk ini di Intan jaya untuk melakukan tambang terbesar lebih besar Freepot dari pada di Intan Jaya yang akan di bangun tersebut. Sehingga kebutuhan kita bersama adalah menolak segala bentuk eksploitasi yang akan di lakukan di Intan jaya dan seluruh pelosok-pelosok West Papua untuk genersai massa depan rakyat melanesia West Papua.

Penulis adalah Pemerhati Intan Jaya

Sumber:
http://wwwmaleakitipagauj.blogspot.com/2016/06/ptmoni-sejahtera-langowan.html

Ikuti Kami di gambar di bawa ini, Gambar-gambar tersebut di mana perusahan itu di Proses:
Kontrak karya yang dilakukan




Surat-surat Perjanjian 








Lembaga Moni








sumber gambar: google

Penulis: Cinta Griapon*

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia panas membahas persoalan hak kepemilikan tanah, sehingga berdampak pada aktivitas sosial -ekonomi. Masyarakat Indonesia yang sebelum kemerdekaan (1945) hingga kini,  mayoritas bekerja  sebagai petani atau bekebun sekarang beralih pekerjaan karena kebanyakan lahan-lahan mereka digunakan untuk aktivitas Industri.

Aktivitas Industri ini berkaitan erat dengan Sistem kapitalisme global yang terus berproduksi program-program atau proyek-proyek untuk kepentingan kaum-kaum pemodal.

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang luas dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Tanah yang luas dan SDA yang melimpah merupakan salah satu alasan besar pemodal terus melirik bahkan menginjakan kakinya di negara ini.

Ironisnya, kehadiran negara memiliki peran penting dalam mengamankan kepentingan pemodal asing, pemodal lokal maupun benih-benih pemodal lainnya. 

Indonesia telah hamil sangat tua, seakan janin dalam kandungan adalah gambaran dari kapitalis itu sendiri yang sekian lama sekian besar, karena mendapat asupan bergizi dari yang mengandung (negara).

Dalam pertumbuhan dan perkembangan janin dibutuhkan suatu wadah yang dapat mencegah segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan atau perkembangan janin tersebut maka, selaput pembukus janin, yaitu militer. Militer atau militerisme hadir sebagai pengaman kaum pemilik modal, bahkan dalam militer hampir semua jendral-jendral merupakan kapitalis-kapitalis lokal yang memanfaatkan kedudukannya.

Semakin parah adalah ketika Militer yang merupakan pengaman kaum pemodal merupakan pemodal itu sendiri juga menjadi pemimpin negara, maka yang terbentuk adalah sistem monopoli. Sehingga gerakan-gerakan rakyat untuk menolak bahkan melawan tanah-tanah dan hak-haknya akan dihadang oleh militer.

Hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Kekuasaan militer di Indonesia dibenarkan oleh Greg poulgrain dalam buku bayang-bayang intervensi menjelaskan secara utuh bagaimana , pada tahun 1950-an ada perselingkuhan antara kubuh militer Indonesia dengan kapitalisme. perselingkuhan ini, juga bersemi pada saat politik global sedang bergejolak kencang, hal ini bedampak pada penjajahan atas wilayah Papua barat dan segala isinya. 

Konflik Agraria dan Papua

Ager berasal dari bahasa yunani yang ladang atau tanah[1]. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , agraria berarti urusan pertanian atau tanah pertanian , juga urusan pemilikian tanah.

Memandang kebelakang tentang situasi politik Indonesia akibat gejolak politik global yang dibelakangnya terjadi perselingkuhan antara militer Indonesia dan Kapitalis global telah terbentuk ‘aliansi gelap’ ditambah lagi potensi pegunungan ‘Nemangkawi’ Sekarang pegunungan Cartenz sebagai cadangan meneral terbesar di dunia telah didokumentasikan sebelum kemerdekaan politik Negara Indonesia (1945).

Sehingga papua menjadi perbincangan hangat oleh pemodal-pemodal. Hal ini berlanjut pada keadaan dimana Soekarno sebagai presinden Republik Indonesia (RI) mengumandangkan Tri Komando Rakyat untuk merebut wilayah Papua. 

katanya ‘atas dasar Nasionalisme, satu perjuangan maka perlu membebaskan Rakyat papua’ sedangkan saat itu rakyat papua pun secara utuh telah siap untuk kemerdekaannya sendiri, untuk menentukan Nasibnya sendiri. Dijadikanlah papua sebagai Daerah Operasi Militer, pembantaian manusia, pemerkosaan dimana-mana, hal itu terjadi sejak tahun 1961-1969. Seluruh rakyat Papua dibantai apalagi rakyat Papua yang menolak adanya integrasi, dibunuh hingga keluarganya.

Tercatat 500.000 ribu mati di tanahnya sendiri. Hal ini bukan rahasia lagi tapi inilah kenyataan bahwa ada kepentingan untuk mengusai lahan/tanah dari rakyat Papua. 

Setelah PEPERA atau Penentuan Pendapat rakyat 1969 yang mana rakyat papua yang dilibat, tidak secara keseluruhan juga rakyat papua yang tidak demokratis,bahkan dalam bayang-bayang intimidasi militer dipaksa untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam perjalan sejarah 1961 hingga 1969 Indonesia mengalami ancaman perpecahan akibat ancaman perang Ideologi sehingga lengsernya soekarno dan diganti oleh soeharto, yang mana soeharto merupakan salah satu selingkuhan dari kapitalis global yang hendak melancarkan kepentingan mereka. Soeharto justru memperkuat ‘aliansi gelap’ yang telah terbentuk antara kubuh militer indonesia dengan kapitalisme untuk mengisap dan mengekploitasi SDA dan SDM.

Hingga saat ini, masih banyak kematian terstruktur yang terjadi selama Bangsa papua masih berada dalam kekuasaan NKRI juga wilayah papua masih didominasi oleh sistem pemerintahan serta pola Indonesia.

Hal ini menyebabkan rakyat papua terpinggirkan, miskin dan terabaikan. Sistem pendidikan yang dilaksanakan dinilai rasial dan diskriminatif. Hal ini dikarenakan Penjajahan Indonesia di tanah Papua dibungkus dengan pemanis ‘Nasionalisme, satu bangsa atau satu bahasa’. Kenyataannya orang Papua memilki bangsa yang berbeda dan tidak memiliki satu nasionalisme dengan bangsa Indonesia, tinjauan sejarah. Bahkan Bangsa Indonesia tidak memperlakukan manusia papua sebagai manusia secara utuh.

Kekuatan pemodal semakin kuat disebabkan pola hidup atau aktivitas sosial masyarakat papua yang bergantung dengan alam maupun mamanfaatkan alam untuk kepentingan Ekonomi, sosial dan budaya.

Alam juga dimakna manusia papua sebagai bagian dari kehidupan yang tidak bisa terlepaskan, begitupula tanah. Semua orang papua menganggap tanah adalah mama, yang mana kepercayaan bahwa mama adalah sumber kehidupan.

Mama adalah Sumber segala sesuatu, namun bila tanah /mama direbut dan dieksploitasi maka, akan menganggu aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat papua.

Dan hal itulah yang menyebabkan adanya kesadaran politik dari masyarakat papua untuk menyelesaikan konflik agraria ini mengusir segala kepentingan-kepantingan pemodal dan negara sebagai agen kapitalis di Papua.

Hanya dengan ini, orang papua dapat hidup dengan aman tanpa adanya intimidasi, dan trauma yang mendalam dari militer maupun lainnya dengan kepentingan perebutan lahan.

Agraria dan Perempuan Papua

Orang papua mengakui bahwa Alam adalah kesatuan yang memberikan kehidupan , lalu tanah adalah mama, yang mana digambarkan sebagai sesuatu yang selalu mencukupi kebutuhan manusia papua.
Hal ini berkaitan dengan peran perempuan papua. Dalam tatanan masyarakat papua masih mengakui adat sebagai Indentitasnya. Masyarakat papua yang kental dengan adat memberikan ruang bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki sesuai kapasitas dan kebutuhan.

Bahkan ada pendidikan khusus yang berbasis gender yang mana untuk melatih sebelum hidup ketahapan selanjutnya, biasanya pendidikan itu diikuti saat usia anak-remaja. Namun, ketika masyarakat adat papua, bersentuhan langsung dengan peradaban dunia, ada hal-hal yang dipaksakan masuk kedalam tatanan hidup manusia Papua.

Pola-pola pikir yang justru merusak tatanan yang sudah ada, membuat pola pikir yang berubah , pola pikir untuk saling kompetensi untuk monopoli bahkan saling membunuh.

Sehingga memanfaatkan kekuatan-kekuatan di adat untuk menindas yang lainnya.

Hal ini pun dirasakan oleh kaum perempuan papua, penindasan itu terasa berasal dari dalam, karena yang berinteraksi langsung adalah sesama orang papua padahal sebenarnya penidasan itu berasal dari luar, ketika ada sentuhan langsung dari peradaban luar.

Jika, dijabarkan aktivitas dulu bahwa kaum perempuan papua, bekerja keras di ladang, bekerja keras di tempat berlindung(rumah). Dalam sektor ekonomi, Perempuan papua yang bekerja di pasar, yang bekerja di kebun, yang bekerja di kantor dan berbagai tempat lainnya, meskipun dalam porsi pekerjaan dan honor dibedakan dengan kaum laki-laki.

Tanah digunakan sebagai alat untuk memenuhi kepentingan ekonomi, sosial dan budaya, dan yang mengelola itu didominasi oleh kaum perempuan. Namun, ketika tanah tempat untuk produksi direbut oleh pemodal dan negara itulah saat dimana kaum perempuan lah yang akan dirugikan atas hal tersebut.

Kaum perempuan akan kesulitan dalam mendapatkan tempat untuk produski, apalagi kapitalisme global memberikan flatform baru melalui kriteria-kriteria jika ingin bekerja dengan pada tanah yang telah dialih fungsikan oleh mereka.

Kaum perempuan akan sangat dirugiakan karena tidak akan mendapatkan tempat tinggal dan tempat untuk produksi serta politik rasial yang direproduski kapitalisme menyebabkan akses untuk perempuan papua sangat susah.

Sehingga seharusnya PEMBERONTAKAN itu dilakukan oleh KAUM PEREMPUAN, karena KAUM PEREMPUAN yang sangat dirugikan, PEMBERONTAKAN itu seharusnya diinisiasi oleh banyak kaum PEREMPUAN PAPUA. PEMBERONTAKAN massa itu seharusnya dijalankan oleh kaum PEREMPUAN PAPUA. Perempuan Papua seharusnya mengambil bagian tanpa ragu dan malu.
Karena tanah melambangkan kesucian dan Perjuangan perempuan papua dalam memberi kehidupan bagi bangsa dan wilayah Papua.

Perjuangan pembebasan tanah papua seharusnya menjadi darah, daging, dan napas bagi kaum perempuan.
Hidup Perempuan Papua !
Hidup perempuan papua yang melawan !
Perjuangan sampai menang !

Penulis adalah anggota AMP, kuliah di kota Yogyakarta.


[1] H.Ali Achmad Chomzah ., Hukum Agraria ,Pertanahan Indonesia ,Jilid I., Jakarta : Prestasi Pustaka . 2004

Komentar Anda

[disqus][facebook]
Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.
Koran Kejora View My Stats